Kadiv Hubinter: Polri Segera Rotasi Pasukan Perdamaian di Sudan dan Afrika Tengah

  • Whatsapp
Pelepasan Kadiv Hubinter Mabes Polri Brigjen Johni Asadoma

Kupang – Polri segera merotasi personel yang tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) Misi Perdamaian PBB di Darfur, ibu kota Sudan, dan Bangui ibu kota Afrika Tengah.

Ratusan anggota Polri kontingen ke-11 bertugas di dua negara konflik tersebut sejak 2019, terdiri dari 198 personel bergabung dalam United Nation and African Union Mission in Darfur (UNAMID), dan 140 personel bergabung dalam United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

Read More

“Kita sedang menyiapkan pasukan untuk rotasi di Sudan dan Afrika Tengah karena rata-rata sudah bertugas lebih dari satu tahun,” kata Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Mabes Polri, Brigjen Johni Asadoma¬† di sela-sela Serah Terima Jabatan Wakapolda NTT di Kupang, Senin (3/8/2020).

Baca Juga :  TKW asal Ende Dijual US$8.000 Dolar ke Suriah

Misi pemeliharaan perdamaian PBB merupakan satu dari sejumlah tugas Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri. Tugas lain seperti misi bantuan kemanusiaan dan pengembangan kapasitas personil Polri. “Tiga tugas ini harus ditindaklanjuti ke depan,” ujarnya.

Brigjen Johni Asadoma menjabat Wakapolda NTT selama 1,8 tahun sebelum ditunjuk Kapolri menempati jabatan baru sebagai Kadiv Hubinter Mabes Polri.

Sedangkan Wakapolda NTT kini dijabat Brigjen Ama Kliment Dwikorjanto. Serah terima jabatan wakapolda dipimpin Kapolda NTT Irjen Hamidin.

Dia bukan orang baru di Divisi Hubungan Internasional karena pernah bertugas selama enam tahun di divisi tersebut antara lain menjabat kabagkesbangtas biro misi internasional, dan kepala biro misi internasional, serta tiga kali bertugas dalam misi perdamaian PBB yakni dua kali di Bosnia dan satu kali di Sudan.

Baca Juga :  Boeing 737 MAX 8 Dilarang Beroperasi di Australia

Dia juga memimpin tim diplomasi Polri untuk membebaskan 139 anggota Polri yang ditahan karena menyelundupkan senjata api di Bandara Al Fashir, Sudan pada 2017. “Diplomasi dan negosiasi yang panjang selama dua bulan baru kita bisa bawa pulang,” ujarnya. (sumber: mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *