Kabupaten Kupang jadi Contoh Penerapan PAUD Holistik Integratif

  • Whatsapp
dok

Kupang – Kabupaten Kupang, NTT dipilih menjadi kabupaten contoh penerapan program Pengembangan Anak Usia Dini Holisitik Integratif (PAUD HI) yang berkualitas di Indonesia.

PAUD Holistik Integratif merupakan penanganan anak usia dini secara utuh antara lain mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu.

Direktur PAUD Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Hasbi mengatakan pihaknya akan mereplikasi program tersebut di sejumlah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

“Sesuai perencanaan, replikasi akan dilakukan di beberapa kabupaten dan kota terpilih,” kata Muhammad Hasbi dalam Workshop daring Praktek Baik Penyelenggaraan Program PAUD HI di NTT, Kamis (6/8). Workhsop diikuti 500 peserta dari seluruh daerah.

Sedangkan replikasi di kabupaten Kupang mulai tahun ini. Rencananya replikasi ini telah tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2019-2024.

Program PAUD HI di Kupang sudah berlangsung sejak 2016 kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pemerintah Selandia Baru melalui MFAT dan UNICEF Indonesia.

Ada 100 PAUD di 27 kecamatan di Kabupaten Kupang telah mendapat pendampingan program ini, terdiri dari 8,764 anak usia dini, 200 guru, 100 kepala PAUD, dan 200 pengambil kebijakan. Program ini melibatkan secara aktif mitra strategis seperti Yayasan Alfa Omega (YAO) Kupang.

Baca Juga :  Penderita DBD di Sikka Capai 206 Orang, 2 Meninggal

Demikian juga manfaat langsung kepada 4,977 orang tua dan komite PAUD dalam proses pengasuhan anak di rumah dan sekolah dalam kegiatan PTA (Parent Teacher Association). Kegiatan pendampingan di masing-masing PAUD dilakukan dengan sistem mentoring oleh 27 mentor terpilih dan empat staf lapangan.

Selama empat tahun program berjalan, telah memberikan hasil yang sangat siginifikan sesuai standar pelayanan PAUD berkualitas.

Selain itu, mayoritas PAUD sudah memiliki akses air bersih yang jga berkorelasi dengan meningkatnya frekuensi dilakukannya cuci tangan. Sedangkan layanan kesehatan berupa sosialisasimakanan bergizi sudah dilakukan secara rutin atau 60%, yang meliputi pemantauan berat badan anak mencapai 60%, pemberian vitamin 60%, dan pemberian makanan bergizi 27%.
Selain itu, anak-anak juga sudah mulai mengonsumsi buah dan sayur yang merupakan hasil panen dari kebun yang ada di PAUD.

Baca Juga :  Dua Rumah di Oebufu Terbakar Gara-gara Pemadaman Listrik

Hasil dari pelatihan guru dan system mentoring, dengan menggunakan instrument MELE menunjukkan guru-guru di PAUD HI model memiliki skor rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan guru-guru di PAUD non-model. Dapat diartikan bahwa para guru di PAUD HI model dapat mendemonstrasikan kualitas praktek mengajar yang lebih bagus di dalam kelas.

Hasil penilaian siswa dengan instrumen model menunjukkan bahwa para siswa di PAUD HI model menunjukkan kemampuan yang lebih baik dari para siswa di PAUD non-model.

PAUD HI model memiliki lingkungan belajar yang lebih aman di bandingkan dengan PAUD non-model, hal ini berkaitan dengan kemampuan manajerial yang meningkat dari pengelola PAUD HI model.

Melalui program PAUD HI, keterlibatan masyarakat dan orangtua meningkat dalam proses perencanaan program PAUD dan mendukung proses belajar bagi siswa. Melalui program PAUD HI, kapasitas dari pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten telah meningkat dengan di tandai diterbitkannya Peraturan Bupati No 17 tahun 2019 tentang pelaksanaan Program PAUD HI. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *