Jumat Curhat Kapolda NTT, Penyandang Disabilitas Minta SIM dan Aksesibilitas Fasilitas Publik

  • Whatsapp
Jumat Curhat Kapolda NTT/Foto: Humas Polda NTT

Kupang – Belasan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadiri kegiatan Jumat Curhat bersama Kapolda Irjen Johni Asadoma, Jumat (17/3/2023).

Jumat Curhat merupakan program Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma setiap jumat untuk mendengarkan langsung masukan tentang berbagai persoalan dari masyarakat, yang kemudian dicari jalan keluarnya, termasuk koreksi terhadap polisi untuk perbaikan ke depan.

Read More

Kegiatan Jumat Curhat pekan ini digelar di Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang dihadiri sejumlah pejabat utama polda. Sedangkan dari masyarakat, selain Garamain, juga hadir tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat kelurahan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur LSM Garamin Yafas Aguson Lay minta anggota Garamin diberikan aksesibilitas sarana dan prasana, terutamam saat datang ke polda. Mereka juga minta diberikan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus disabilitas agar bisa mengendarai sepeda motor, dan bersedia menyediakan penerjemah saat pengurusan SIM.

“Ini akan menjadi catatan buat kami (Polda NTT), saat ini kami merancang atau mengusulkan untuk pembangunan (gedung) Polda NTT yang baru sarana dan prasarana untuk kaum difabel sudah masuk dalam disain tersebut,” jawab Irjen Johni Asadoma.

Menurutnya, semua keluhan dari kaum difabel pasti akan di respon dan akan diakomodir, namun sesuai dengan kewenangan Polri.

“Kalau bukan kewenangan Polri, kita akan salurkan kepada pejabat yang berwenang sehingga kita tidak salah dan mungkin sudah ada program-program dari instansi tersebut, kita hanya bantu mengingatkan supaya program tersebut bisa berjalan,” katanya.

Mengenai permintaan SIM untuk difabel, Kapolda NTT mengatakan akan difasilitasi tetapi tidak mengabaikan syarat-syarat sesuai peraturan yang berlaku.

“Kita akan selalu berusaha mengakomodir pengurusan SIM bagi kaum difabel, tapi kita juga harus memikirkan keamanan dan keselamatan dari kaum difabel ini. Selama itu tidak membahayakan pasti kita akan memberikan SIM tersebut,” jelasnya.

Kapolda menambahkan bahwa segala masukan dan informasi pasti akan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan kaum Difabel. “Pertemuan kali ini sangat bagus dan semua masukan akan menjadi catatan buat kita dan pasti kita akan tindaklanjuti itu, sehingga apa yang menjadi harapan bisa terwujud,” tambahnya. (mi)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment