Jokowi Setuju Permintaan Bantuan 500 Traktor dari Gubernur NTT

  • Whatsapp
Bantuan Traktor dari Menteri Pertanian / Foto: lintasntt.com

Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengusulkan bantuan 500 traktor dan 100 alat berat untuk mengelola lahan pertanian di Pulau Sumba.

Kepala Biro Humas Setda NTT Marius Jelamu menyebutkan usulan bantuan alat berat disampaikan langsung Gubernur NTT Viktor Laiskodat kepada Presiden Joko Widodo dalam diskusi di Labuan Bajo belum lama ini.”Usulan itu sudah disetujui presiden yang langsung menelepon menteri pertanian,” kata Marius Jelamu dalam jumpa pers di Kantor Gubernur NTT, Senin (5/10/2020).

Jika permohohan bantuan alat mesin pertanian tersebut terealisasi, seluruh lahan di empat kabupaten di Sumba akan dikelola secara maksimal untuk budidaya tanaman pangan.

Menurutnya, NTT sedang bekerja keras membuka dan memaksimalkan lahan yang ada untuk ditanami berbagai tanaman pertanian yang hasilnya untuk kebutuhan di daerah.

Baca Juga :  11 Calon Taruna Taruni ALL Panda Kupang Lolos Tes Psikologi, 7 Gugur

Apalagi pemerintah berencana membangun proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Sumba 20.000 Megawatt yang akan terhubung ke Nusa Tenggara Barat, Bali hingga Pulau Jawa.

Proyek bernama ‘Sumba untuk Indonesia’ tersebut bakal menyerap sekitar 32.000 tenaga kerja, menurut Marius, juga membutuhkan pasokan beras, sayuran, buah-buahan dan komoditi pertanian lainnya dalam jumlah yang cukup besar.

Dengan membuka lahan pertanian secara besar-besaran, seluruh kebutuhan pangan untuk pekerja proyek tersebut, akan dipenuhi dari Sumba. “Kami harap masyarakat di Sumba termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat mendukung semua program pemerintah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mengatakan sesuai riset bank dunia, tingkat iridiasi atau intensitas sinar matahari terbaik di Indones ada di dua pulau yakni Sumba dan Timor.

Baca Juga :  Plan Indonesia Gelar ToT Fasilitator Program Peternakan

Untuk potensi energi matahari saja tercatat mencapai 62 Giga Watt atau 60.000 Mw. Potensi itu belum termasuk pembangkit mikro hidro yang melimpah di Pulau Sumba. Potensi sebesar itu yang menjadi alasan rencana proyek tersebut.

Menurutnya, potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki NTT jika dimanfaatkan secara maksimal akan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia dari energi fosil, apalagi Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement yakni mengurangi presentasi emisi gas karbon nasional hingga 29 persen karbon di udara pada 2030. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *