Jefri Riwu Kore Sosialisasi Empat Pilar Negara

  • Whatsapp
Sosialisasi Empat Pilar Negara/Foto: Gamaliel

Kupang–Anggota Komisi X DPR Jefri Riwu Kore menggelar sosialisasi Empat Pilar Negara di Hotel Maya Kupang, NTT selama dua hari mulai Kamis (25/2) sampai Jumat (26/2).

Sosialisasi pada hari pertama diikuti 500 orang berasal dari tiga kecamatan yakni Oebobo, Maulafa, dan Kota Raja. Sedangkan pada hari kedua, warga yang mengikuti sosialisasi berasal dari Kecamatan Kelapa Lima, Kota Lama, dan Alak, juga berjumlah 500 orang.

Read More

Sosialisasi ini bertujuan mengingkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Hermanus Man Tanggapi Isu Ketidakabsahan Deklarasi 'FirManmu'

Empat pilar negara itu ialah yakni Pancasila Sebagai Dasar Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Menurut Jefri, persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga sehingga dapat membentengi ideologi negatif yang kemungkinan berusaha menganggu empat pilar negara.

“Banyak investasi masuk ke Indonesia, tetapi yang datang itu bukan hanya uang, tetapi juga ideologi-ideologi. Bisa juga ideologi negatif yang kurang baik terhadap persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Dia mengatakan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam empat pilar negara, cukup penting mencegah timbulnya berbagai konflik sosial di masyarakat. “Kadang-kadang persatuan hampir tidak ada, seperti perkelahian antarsuku dan tidak ada saling menghormati antarwarga negara,” ujarnya.

Baca Juga :  Vakum Tiga Bulan, Kota Kupang Hidupkan Kembali Sektor Pariwisata

Karena itu menurut Dia, persatuan sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia. “Perbedaan boleh ada, tetapi jangan sampai menimbulan SARA dan sebagianya. Perbedaan apapun jangan sampai anarkis,” katanya.

Terkait munculnya berbagai konflik sosial di masyarakat pemerintah dan DPR kembali mengingkatkan tentang empat pilar negara tersebut.

Menurutnya perkembangan ekonomi yang cukup baik saat ini, namun di sisi lain sekitar 90 persen masyarakat masih miskin. Kondisi ini bisa menimbulkan perpecahan karena dimanfaatkan orang-orang tertentu guna memecah-belah warga.

Namun hal tersebut dapat dicegah hanya dengan kesadaran dan komitmen bersama menjaga kesatuan nasional dan kehidupan yang harmonis. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *