Jalan Trans Lembata Dibangun dengan Anggaran Rp25 Miliar

  • Whatsapp
Jalan Trans Lembata/Foto: Bappenas

 

Kupang–Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meninjau Jalan Trans Lembata yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berjarak 266 kilometer dari Kupang, ibu Kota NTT, Jalan Trans Lembata diharapkan mampu mendongkrak perekonomian dengan menyediakan akses yang menghubungkan wilayah Lembata bagian timur dengan bagian barat, sekaligus menjadi jalur distribusi barang dan jasa dari dan ke luar pulau.

Jalan trans Lembata dibangun dengan anggaran Rp25 miliar dari APBN, pembangunan ruas jalan itu terus digenjot. Sebelumnya pembangunan ruas jalan ini cukup tertinggal. Per tahun ruas jalan yang bertambah hanya 5 kilometer, lebih rendah dibandingkan dengan bagian timur Indonesia lainnya, sehingga panjang jalan eksisting hanya sekitar 20 kilometer.

“Dari Pemerintah Pusat, kami sudah rencanakan, kondisi jalan yang ada di depan bapak dan ibu ini nantinya akan menjadi lebih baik, lebih mulus,” tutur Menteri Bambang di tengah dialog bersama warga Lembata di sudut Jalan Trans Lembata, Jumat (29/3) siang.

Baca Juga :  Empat Penerbangan Terdampak Kebakaran di El Tari

Dalam jangka panjang, Jalan Trans Lembata diharapkan mampu menekan kesenjangan ekonomi yang terjadi di Lembata. Pasalnya, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, Kabupaten Lembata memiliki kesenjangan yang cukup jauh jika dibandingkan dengan Kota Kupang atau Kabupaten Sumba Barat Daya, misalnya. Data Badan Pusat Statistik pada 2017 menunjukkan, PDRB Kabupaten Lembata tercatat 11,54 persen atau di bawah rata-rata PDRB kabupaten/kota di NTT sebesar 17,57 persen.

“Pembangunan infrastruktur Jalan Trans Lembata ini menjadi kunci bagi warga Lembata dan sekitarnya untuk mendapatkan akses pelayanan dasar lebih baik,” ucap Menteri Bambang.

Selain itu, seiring dengan dibangunnya gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, pembangunan Jalan Trans Lembata menjadi sangat penting agar masyarakat bisa menjangkau fasilitas kesehatan dengan cepat.

“Kalau Jalan Trans Lembata ini sudah mulus, maka dari desa ini ke rumah sakit juga akan menjadi lebih cepat sehingga mudah-mudahan pertolongan, apabila ada sakit yang sifatnya darurat, bisa segera ditangani. Satu lagi, memang saya meminta kepada Bupati Lembata, selain memperkuat rumah sakit dan jalan, air bersih juga menjadi perhatian,” ujar beliau.

Baca Juga :  Gawat, Positif Korona di Ende Tambah 38 Orang

Selain didampingi Bupati Lembata, rangkaian kunjungan kerja Menteri Bambang ke NTT juga dihadiri sejumlah pejabat Kementerian PPN/Bappenas, yakni Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Gellwyn Jusuf, Deputi Bidang Ekonomi Leonard Tampubolon, Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Oktorialdi, Direktur Pengembangan Wilayah dan Kawasan Sumedi Andono Mulyo, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Pungkas Bahjuri Ali, dan Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Parulian Silalahi.

Kunjungan kerja ini akan diakhiri dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang digelar di Kupang, Jumat (29/3) malam. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *