Ini Jurus Daihatsu Lawan Mobil Listrik

  • Whatsapp
Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM), amelia Tjandra, melambaikan tangan saat melintasi jajaran ratusan warga berbusana tradisional Flores dari dalam mobil Daihatsu Terios, usai pelepasan Tour de Flores 2016 di Larantuka Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/5/2016). Astra Daihatsu yg menjadi sponsor Platinum dg menyumbang Rp 1 Miliar di acara Internasional di ajang Tour de Flores, ikut pula bantu mempromosikan Wisata daerah Timur lewat Terios Seven Wonder dengan 3 mobil Terios yg akan jalan dari Larantuka - Maumere - Pulau Komodo dengan mengajak beberapa Blogger dan media digital. Foto: Eric

Maumere—Di kategori mobil, kita sudah mengenal Tesla sebagai penjual mobil khusus bertenaga listrik. Sementara di Indonesia, sepeda motor listrik yang dikembangkan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya bakal diproduksi tahun depan.

Akankah babak baru ini berlaku untuk semua produsen mobil? Tampaknya belum. Daihatsu yang diageni Astra di Indonesia menyatakan masih menggunakan konsep konvensional dalam memproduksi mobil.

Read More


“Banyak jenis mobil baru. Mobil hibrida ataupun fuel cell. Namun kami (Daihatsu) masih menggunakan mesin konvensional,” jawab Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor di Maumere (20/5).

Baca Juga :  Total Jarak Tour de Flores Tahun Ini 808 Kilometer

Menurutnya, mobil yang ada sekarang masih dapat memenuhi mobilisasi penumpang. “Mesin bisa lebih efisien dan rendah emisi,” tambah Amel.

Entry level

Adapun Daihatsu yang berada di bawah payung grup Toyota dikatakannya punya strategi yang berbeda dengan lainnya. “Ya, Toyota memang punya mobil hibrida, tapi Daihatsu masih menggunakan mesin konvensional,” tegasnya.

Perbedaan strategi ini tak lain karena kedua merek tersebut punya segmentasi yang berbeda. “Mobil hibrida masih mahal. Kalau ada konsumen Daihatsu ingin naik kelas, mereka bisa memilih produk Toyota,” ungkapnya. Dan jika mau masuk kelas premium, ditambahkannya, konsumen dapat memilih Lexus.

Daihatsu merupakan salah satu produsen yang memilih masih menggunakan mesin konvensional untuk produknya. Produsen lainnya antara lain Mazda yang terus mengembangkan teknologi untuk menciptakan efisiensi yang lebih baik dan rendah emisi. “Penggunaan turbocharger merupakan bagian dari mesin konvensional itu,” jelas Amel.

Baca Juga :  Yamaha Luncurkan Motor Baru Awal Pekan Depan

Sejumlah mobil bermesin kecil Daihatsu sudah menggunakan alat dukung induksi mesin ini. Contohnya Copen yang bermesin 660 cc yang memanfaatkan turbocharger untuk meningkatkan tenaga. Sehingga tenaganya bisa menyamai mesin 1.000 cc Daihatsu Xenia yang sebesar 62 Tk. (liputan6)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *