Ini Jawaban Jefri Riwu Kore atas Tuduhan Penipuan

  • Whatsapp
Jefri Riwu Kore/Foto:Gamaliel
Jefri Riwu Kore/Foto:Gamaliel

Kupang—Lintasntt.com: Anggota Komisi X DPR asal Partai Demokrat Jefri Riwu Kore yang dilaporkan ke Polda NTT, KPK, dan Mabes Polri terkait dugaan penipuan penyaluran beasiswa, menjelaskann persoalan tersebut kepada wartawan, Sabtu (28/2).

Menurut Jefri, tuduhan penipuan yang disampaikan Kepala SMA Sinar Pancasila Kupang Welly M Dimoe Djami tidak beralasan. “Saya tidak pernah ada niat untuk menipu. Kalau saya salah, silahkan masukan ke panjara,” tegasnya.

Ia mengatakan laporan kepada polisi tersebut terkait puluhan siswa sekolah tersebut yang dikabarkan tidak menerima beasiswa sehingga dianggap penipuan. Padahal sesuai data yang ada, bukan hanya tujuh dari 33 siswa kelas III yang menerima beasiswa, melainkan lebih dari 40 siswa. “Saya akan buktikan di pengadilan bahwa semua anak (di SMA Sinar Pancasila) terima beasiswa,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTT Laporkan Dugaan Proyek Siluman ke Jaksa

Kemudian tuduhan yang menyebutkan ia mendatangi sekolah kemudian mendata siswa penerima beasiswa pada 2013 lalu, ternyata dibenarkan oleh Undang-Undang MD3, serta atas permintaan dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Menurut Dia, pendataan siswa penerima beasiswa tidak hanya berasal dari usulan kepala sekolah, tetapi juga berasal dari Komisi X DPR. Usulan dari anggota DPR dikirim ke Kementerian Pendidikan Nasional. Namun penentuan nama-nama siswa penerima beasiswa, tidak dilakukan oleh anggota dewan tetapi pemerintah.

Bahkan pada 2015, seluruh anggota DPR di Komisi X akan melakukan pendataan lagi siswa penerima beasiswa. “Karena saya dari Partai Demokrat maka ketika melakukan penyampaian beasiswa itu menggunakan partai Demokrat,” ujarnya. Bantuan anggota DPR sangat dibutuhkan untuk menyampaikan anak-anak di berbagai pelosok tentang beasiswa yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga :  Sewa Tanah untuk Bangun Hypermart Rp9 M, Pemkab Kupang Hanya Terima Rp2,5 M

Pasalnya banyak anak tidak pernah tahu ada beasiswa dari pemerintah. Mereka akan melaporkan kepada anak-anak mengenai beasiswa tersebut kemudian mendata nama-nama mereka.

“Nah yang terjadi di SMA Sinar Pancasila, kami hanya menyampaikan kepada tujuh siswa, tetapi nama siswa lainnya juga didaftar,” ujarnya. Anak-anak tersebut juga diberi penjelasan bahwa tidak seluruh anak yang didata akan menerima beasiswa, misalnya pada 2013, sebanyak 30.000 anak dari seluruh NTT yang diusulkan menerima beasiswa, hanya 146 orang yang ditolak. (gama)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *