Ini Alasan 7.650 Warga Kota Kupang Terancam Tidak Ikut Pilkada

  • Whatsapp
Ilustrasi: KTP Elektronik

Kupang–Sebanyak 7.650 warga Kota Kupang terancam tidak ikut pilkada gara-gara belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Hal itu terungkap dalam Acara Sosialisasi Tatap Muka Stakeholders pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang digelar Bawaslu NTT Selasa (29/11).

Read More

Anggota Komisi II DPR Arteria Dahlan yang menjadi salah satu pembicara dalam sosialisasi tersebut minta Dinas Kependudukan dan Catata Sipil Kota Kupang bekerja ekstra untuk melakukan perekaman e-KTP terhadap ribuan warga tersebut.

Batas akhir perekaman e-KTP ditetapkan 4 Desember 2016 atau dua hari sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Kota Kupang pada 6 Desember 2016.

Baca Juga :  Ini Daftar Kekayaan Calon Wali Kota Kupang, Siapa Terkaya?

Dia mengatakan pemilih yang sudah melakukan perekaman e-KTP cukup membawa surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil boleh ikut pilkada. “Tetapi pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP tidak bisa ikut pilkada,” ujarnya.

Sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, warga yang berhak diberikan surat keterangan ialah mereka yang telah melakukan perekaman KTP Elektronik.

Ketua Bawaslu NTT Nelce Ringu mengatakan persoalan pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP juga terjadi di daerah lain.

“Ini musibah nasional karena masyarakat pun harus proaktif melakukan perekaman E-KTP,” kata Nelce.

Nelce mengatakan pihaknya terus mendorong KPU Kota Kupang bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk menuntaskan perekaman e-KTP sehingga warga tetap menggunakan hak pilihnya di pilkada yang akan digelar 15 Februari 2016 tersebut. (gma)

Baca Juga :  Berkas Pendaftaran Cagub-Cawagub NTT Lengkap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *