Ideologi, Ancaman Terbesar di Perbatasan

  • Whatsapp

 Kupang–Lintasntt.com: Gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya menerima rombongan Peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN)/Hanwil Pasis Dikreg XLII Sesko TNI Tahun Ajaran 2015. “Kami harus memberi perhatian lebih untuk masyarakat NTT.

Jika Indonesia sudah dikenal dengan Negara Kepulauan, boleh dong NTT dengan 1.192 pulaunya juga disebut Provinsi Kepulauan. Oecusi sebagai salah satu daerah kantong RDTL sedang giatnya membangun. Karena itu, kami juga terus berupaya memberi perhatian lebih kepada masyarakat di daerah perbatasan” demikian penjelasan Frans dalam pertemuan yang bertempat di ruang kerjanya itu.

“Menurut saya, ancaman terbesar kita di perbatasan adalah Ideologi bukan persoalan ekonomi. Karena itu wawasan kebangsaan menjadi penting. Upaya membangun semangat bela negara harus terus kita lakukan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme.

Baca Juga :  Medah Desak Presiden Bangun 3.000 Embung di NTT

Karena itu Pemberdayaan menjadi salah satu strategi penting kami” demikian jelas Gubernur NTT menanggapi sesi diskusi bersam 40 orang perwira siswa peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri angkatan ke-42 Sesko TNI.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan pencerahan, pemahaman yang utuh tentang berbagai upaya Pemerintah Provinsi NTT menghadapi berbagai persoalannya. Pada akhirnya, mereka akan melakukan kajian wilayah pertahanan, dengan berbagai potensi sumberdayanya termasuk sumber-sumber kerawanan. Mereka ini adalah para Perwira Siswa Pendidikan Reguler XLII Sesko TNI Tahun Ajaran 2015. Keseluruhannya berjumlah 150 orang dengan empat target daerah simultan yaitu NTT, NTB, Maluku dan Maluku Utara. Saat ini hadir 40 orang peserta terdiri dari 37 orang Pamen TNI dan 1 orang Pamen Polri serta dua Perwira Mancanegara dari Arab Saudi dan Korea Selatan” demikian kalimat pembuka Komandan Sesko TNI, Letjen TNI Sonny Widjaja.

Baca Juga :  Kapolda NTT Dampingi Kapolri dan Panglima TNI Kunjungi Vaksinasi Massal di Labuan Bajo

Terungkap setidaknya 10 topik diskusi, terkait pelaksanaan Delapan Agenda Pembangunan, Enam Tekad, Program Anggur Merah dan Pengembangan Kawasan Segitiga Pertumbuhan Ekonomi.

Terkonfirmasi pula upaya Pemerintah Provinsi NTT terkait ketersediaan air, garam, rumput laut, mangan juga potensi ekspor komoditi kelor. Pada kesempatan itu, Gubernur NTT juga mengajak para peserta untuk membantu mendorong berbagai upaya Pemerintah Provinsi NTT. (humas pemprov ntt)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *