Herman Man Sebut Pasar Tradisional di Kupang Kumuh

  • Whatsapp

Kupang–Wakil Wali Kota Kupang Herman Man mengatakan kondisi pasar tradisional di Kupang kumuh dan semrawut.

“Pasar kita ini memang kumuh dan orang yang berjualan juga tidak tertib,” kata Herman kepada wartawan di kantor wali kota Kupang, Selasa (15/1/2019) pagi.

Herman diminta tanggapannya terkait penetapan Kota Kupang sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Senin (14/1/2019).

Masuknya Kota Kupang sebagai kota terkotor tersebut sesuai penilaian Adipura periode 2017-2018. Pada musim hujan seperti saat ini, jalan di pasar berlumpur dan tergenang air seperti terlihat di Pasar Kasih, Kelurahan Naikotan 1.

Selain itu, lapak-lapak pedagang belum tertata dengan baik. Pedagang menempatkan lapak jualannya di sisi jalan menuju pasar sehingga menimbulkan kemacetan.

Baca Juga :  SMS Value, Kapal Perdana Tiba di Pelabuhan Tenau

Kondisi seperti itu terlihat di Pasar Oeba dan Pasar Kasih. Bahkan, di pasar Oeba, pemilik toko menempatkan barang dagangannya seperti beras, minyak goreng sampai ke sisi jalan raya. Ulah pedagang tersebut sudah berlangsung lama tetapi tidak ditertibkan petugas.

Menurut Herman, satuan polisi pamong praja akan melakukan penertiban barang jualan pedagang sehingga pasar tidak terlihat kumuh. “Kami akan perintahkan Satpol PP untuk bersihkan dan tertibkan,” ujarnya. Penertiban juga akan dilakukan terhadap warga yang menjual daging di sisi jalan raya. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *