Guru di NTT Tunggu Sosialisasi Asesmen Nasional

  • Whatsapp
Kepala Sekolah SMA 7 Kupang, Vinsensius Sasi/Foto: intasntt.com

Kupang – Kepala SMA Negeri 7 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Vinsensius Sasi menilai ujian Asesman Nasional (AN) atau Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter lebih sulit dari ujian nasional (UN).

Penilaian Vinsensisus itu setelah mengikuti uji coba Asesmen Nasional yang digelar pada Februari 2020. “Yang diuji pada asesmen nasional itu pada aplikasinya, bukan teori sehingga tingkat kesulitannya lebih dari ujian nasional,” katanya saat dihubungi lewat telepon, Selasa (27/10/2020).

Karena itu, jika asesmen nasional digelar pada April 2021, Dia minta Kemendikbud segera melakukan sosialiasi ke dinas pendidikan di provinsi dan kabupaten untuk selanjutnya disampaikan ke sekolah.

Jika sosialisasi tidak digencarkan, ia khawatir banyak siswa tidak lulus karena tidak memahami dengan baik asesmen nasional. Jika hal itu terjadi, menurut Dia, dampak yang timbul bisa sama seperti tes calon pegawai negeri. “Peserta tesnya 1.000 orang tapi hanya satu atau dua orang yang lulus,” kata Vinsensius.

Baca Juga :  Cegah Covid, KMP Garda Maritim 3 Rute Kupang-Rote Rutin Difogging

Menurutnya, seluruh sekolah sedang menunggu sosialisasi asesemen nasional tersebut sehingga tidak timbul persoalan di kemudian hari yang akhirnya merugikan siswa. Selain itu, sekolah

Dihubungi di tempat terpisah, Kepala SMP Negeri 6 Satu Atap Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Yoktam Boymau mengaku belum tahu rencana pemerintah menghapus ujian nasional. “Tidak ada informasi soal asesemen nasional dan juga rencana penghapusan UN,” katanya.

Menurutnya, SMP yang terletak di pedalaman Pulau Timor itu minim informasi. “Tadi pagi kami masih rapat, tetapi belum ada informasi tentang itu,” ujarnya. (mi/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *