Gubernur NTT: Tidak Ada Toleransi bagi Penghina Pancasila

  • Whatsapp
Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyentuh wajah pengunjuk rasa setelah mendengar penjelasan komitmen mahasiswa mengawal Pancasila dan NKRI/Foto: Gamaliel

Kupang–Gubernur NTT Frans Lebu Raya menegaskan ia tidak akan memberikan toleransi bagi penghina Pancasila dan orang-orang yang berusaha membuat kekacauan di daerah ini.

“Kita harus jaga NKRI dan Pancasila karena cikal bakal lahirnya pancasila itu dari NTT,” kta Frans kepada lintasntt.com seusai menerima mahasiswa yang berunjuk rasa menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) Kamis (26/1/2017).

Read More

Mereka juga menuntut pemerintah melarang FPI di Indonesia serta minta Polri menangkap Rizieq Shihab karena telah melecehkan Pancasila.

Sebelum tiba di kantor Gubernur, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pengawal Empat Pilar Kebangsaan berunjuk rasa di Kantor DPRD NTT.

Baca Juga :  Jokowi Suntik Rp2 Triliun Tingkatkan Produksi Semen Kupang

Lebu Raya mengatakan toleransi, kebersamaan dan kedamaian masyarakat NTT harus terus dijaga dan dipupuk, dengan demikian orang-orang yang berusaha menciptakan kekacauan di daerah tidak akan berhasil.

Bagi Frans, tuntutan mahasiswa tersebut mewakili sikap pemerintah Provinsi NTT. Saat ini NTT menjadi contoh bagi daerah lain dalam toleransi antarumat beragama. “Saya menyampaikan terima kasih kepada generasi muda yang responsif terhadap situasi bangsa saat ini. Kita punya pikiran yang sama yakni NKRI harga mati,” ujarnya.

Koordinator Pengunjuk Rasa Edi Kasmetan minta pemerintah menegaskan kembali bahwa empat pilar kebangsaan harga mati, dan mendukung penegakan hukum terhadap Rizieq Shihab. “Kami merasa sakit ketika Pancasila diremehkan,” kata Edi Kasmetan. (gma/mi)

Baca Juga :  Pembatasan BBM Bersubsidi Mulai 1 Agustus

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *