Kupang -Tragedi kapal tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi perhatian luas publik internasional, khususnya di Spanyol.
Perhatian tersebut tercermin dari lonjakan signifikan pencarian informasi terkait insiden ini di mesin pencari Google, sebagaimana terekam dalam data Google Trends selama 24 jam terakhir, yang menunjukkan atensi publik Spanyol lebih tinggi dibandingkan publik Indonesia.
Berdasarkan Google Trends, pencarian di Spanyol dengan kata kunci “Accidente Marítimo” (kecelakaan maritim) mulai meningkat pada 29 Desember 2025 pukul 17.48 waktu setempat dengan 14 pencarian. Angka tersebut terus melonjak menjadi 95 pencarian pada pukul 09.32 dan mencapai puncaknya di angka 100 pada pukul 11.48.
Peningkatan serupa juga terlihat pada penggunaan frasa yang lebih spesifik, yakni “hundimiento de un barco en Labuan Bajo” (kapal tenggelam di Labuan Bajo), yang mencatat 57 pencarian pada 29 Desember pukul 12.52. Hal ini menunjukkan meningkatnya ketertarikan publik Spanyol terhadap lokasi kejadian secara langsung.
Sementara itu, pencarian menggunakan kata kunci berbahasa Indonesia “kapal tenggelam di Labuan Bajo” di Spanyol mencapai angka maksimal Google Trends, yakni 100 pencarian, pada 29 Desember pukul 17.08. Tren serupa kembali muncul pada 30 Desember 2025 pukul 06.12, menandakan perhatian publik yang masih tinggi terhadap perkembangan peristiwa tersebut.
Selain itu, kata kunci “desaparecidos naufragio Indonesia” (orang hilang akibat kapal tenggelam di Indonesia) mencatat lonjakan sangat signifikan dengan sekitar 10 ribu pencarian dalam 21 jam terakhir. Frasa ini bahkan masuk peringkat keenam pencarian terpopuler di Spanyol, memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap nasib korban yang dilaporkan masih hilang.
Google Trends juga mencatat peningkatan pencarian yang berkaitan dengan kata kunci “Pelatih Valencia Putri FC”, yang pada 29 Desember meningkat dari 64 pencarian pada pukul 13.16 menjadi 80 pencarian pada pukul 21.56, dan mencapai angka 100 pada pukul 23.56. Lonjakan ini diduga berkaitan dengan keterikatan emosional publik Spanyol terhadap insiden yang melibatkan warganya.
Lonjakan pencarian tersebut menegaskan bahwa peristiwa kapal tenggelam di Labuan Bajo tidak hanya menjadi isu lokal atau nasional, tetapi telah berkembang menjadi perhatian internasional.
Aktivitas pencarian yang lebih dominan di Spanyol dibandingkan Indonesia juga mencerminkan tingginya empati serta kebutuhan publik internasional akan informasi yang cepat, akurat, dan transparan.
Diketahui, insiden kecelakaan kapal wisata tersebut terjadi pada 26 Desember 2025 di perairan Labuan Bajo. Salah satu korban dalam peristiwa ini adalah Martin Carreras Fernando, pelatih tim B Putri Valencia, yang dilaporkan hilang bersama tiga anaknya. Hingga Selasa (30/12/2025) malam, satu jenazah anak telah ditemukan, sementara jenazah Martin Carreras Fernando dan dua anak lainnya masih dalam pencarian.
Sementara itu, istri Martin Carreras Fernando dan seorang putri mereka yang berusia 7 tahun berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan di perairan Labuan Bajo, seiring tingginya perhatian publik nasional dan internasional terhadap perkembangan penanganan tragedi ini. (*/gma)














