Gerindra Ajak Warga Nonton Bareng Film G 30 S/PKI

  • Whatsapp
Sumber: youtube

Kupang–Partai Gerindra mengajak warga nonton bareng Film Dokumenter Gerakan 30 September 1965 (G 30 S/PKI) pada peringatan tragedi tersebut pada, Minggu (30/9).

“Tragedi 30 September 1965 merupakan sebuah sejarah kelam yang sulit dilupakan, karena di saat itu ada gerakan atau paham yang ingin mengubah ideologi bangsa dan mengancam keutuhan Pancasila.

Read More

Saat ini, dorongan masyarakat untuk menonton film dokumenter G 30 S/PKI sangat massif,” kata Ketua Fraksi Gerindra MPR RI Fary Djemy Francis di Kupang, Jumat (28/9) petang.

Menurutnya, nasyarakat ingin mengenang tragedi 30 September dan ingin memetik pelajaran sekaligus pengetahuan dari film karya Arifin C Noer tersebut.

Baca Juga :  PLN NTT Temukan Cadangan Panas Bumi Baru di Mataloko

“Karena itu, kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, mari sama-sama kita menyaksikan film tersebut untuk memperingati sejarah perjalanan Bangsa. Ajak keluarga dan tetangga bersama-sama menonton,” tambahnya.

Partai Gerindra juga akan memerintahkan kepada seluruh pengurus partai di tingkat daerah, untuk menggelar acara nonton bareng bersama masyarakat.
Dia berharap dari film tersebut, masyarkat dapat memetik pelajaran, bahwa sebagai bangsa kita perlu waspada akan gerakan-gerakan yang disinyalir ingin mengubah ideologi Pancasila.

“Indonesia pernah terancam dan kita patut bersyukur bahwa bangsa kita masih bernaung dalam ideologi Pancasila sebagai dasar negara.
,” ujarnya.

Selain itu, Gerindra juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar pada tanggal 30 September, sejenak menundukan kepala guna mengheningkan cipta dan mendoakan para pahlawan revolusi yang telah gugur dan menjadi korban keganasan PKI.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Nakhoda Tentang Tenggelamnya Fery Dharma Kencana

“Mari bersama kita rawat Pancasila, kita jaga Bhinneka Tunggal Ika dan kita waspadai gerakan-gerakan yang ingin mengubah ideologi Bangsa. Pascasila sudah final dan NKRI harga mati,” tandas wakil rakyat asal Nusa Tenggara Timur tersebut. (mi/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *