Gelar Forum Bisnis, Pengusaha NTT Ekspor Woodchip dan Minyak Jelantah ke Timor Leste

  • Whatsapp
Foto: lintasntt.com

Kupang – HIPMI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mantapkan kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Muda Timor Leste (Anjet) di sela-sela kegiatan Forum Business dan Business Matching di Hotel Harper Kupang, Selasa (19/3/2024).

Ketua Hipmi Kota Kupang Yusak Benu yang juga Owner dan CEO Renewable Energy mengatakan dalam pertemuan itu Hipmi dan Anjet menkonkritkan kerjasama Woodchip dan Biodisel.

“Sebenarnya bukan deal hari ini, tetapi kami sudah berinvestasi, sudah ada local partner di sana. Pertama itu Renewable Energy yaitu woodchip dan kedua biodisel yang kami bekin dari minyak jelantah untuk dijadikan solar. Dua itu sudah deal,” kata Yusak Benu kepada wartawan.

Sebaliknya dari Timor Leste menawarkan garam untuk diekspor ke Indonesia (NTT) dengan harga lebih murah 25% dari harga garam di Kupang. “UMKM dari Timor Leste juga mau masuk, ada Kopi Jao dan Loes sudah business matching,” tambah Yusak.

Kerjasama itu, lanjutnya sudah dilakukan sebelum kegiatan forum bisnis tersebut. Setelah kegiatan ini, Yusak berharap ada lagi pengusaha dari NTT yang terlibat berinvestasi di Timor Leste. ‘Ini sejarah karena dalam catatan sejarah belum pernah ada kerjasama pengusaha muda NTT dan Timor Leste terutama di Hipmi dan Anjet. Kami membuat sejarah baru,” kata Yusak.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake, Kadin, Hipmi, BPP Himpi, Apindo, CCI dan Anjet.

Menurut Yusak, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan karena pengusaha tidak mungkin bergerak sendiri, tetapi membutuhkan bantuan dari pemerintah terutama yang berhubungan dengan regulasi.

Menteri Perdagangan dan Perindustrian Timor Leste, Filipus Nino Pereira mengatakan di bidang pertanian, potensi dari daun kelor bakal mendatangkan keuntungan bagi masyarakat. Pengusaha Timor Leste sudah melihat produk kelor yang dihasilkan UMKM di NTT, sehingga akan dikembangkan oleh UMKM di Timor Leste. “Kita punya potensi daun kelor yang besar di Timor Leste,” katanya.

Untuk energi terbarukan, menurut Pareira, ada potensi pohon yang bisa dimanfaatkan untuk woodchip, serta potensi untuk pemanfatan minyak jelantah seperti yang dilakukan di Kupang.

“Ini sudah dikembangkan oleh pengusaha muda di NTT, dan ini peluang investasi yang bisa dikerjasamakan antara pengusaha muda di NTTdengan di TImor Leste. Ada juga potensi garam, sebagai salah komoditi yang dibutuhkan oleh industri,” ujarnya.

Produk UMKM TImor Leste/Foto: Lintasntt.com

Dia berharap melalui forum bisnis tersebut, ada kerjasama ril yang bisa dilakukan antara sektor swasta di NTT dan Timor Leste.

Pada kesempatan tersebut, Penjaat Gubernur NTT Ayodhia Kalake mengatakan, salah satu dari 4 butir kesepakatan dalam Pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao 26 Januari 2024 ialah peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste.

Untuk itu, sejumlah upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara. Di antaranya membangun konektivitas darat dan laut seperti bis antarnegara yang saat ini sudah beroperasi. Pelintas batas dari NTT dan Timor Leste dipermudah. Selain itu, beberapa maskapai penerbangan menjajaki pembukaan rute penerbangan dari Kupang ke Dili. (gma)

 

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.