Gedung GMIT Center Mulai Dibangun

  • Whatsapp

KUPANG—LINTASNTT.COM: Gedung Gereja Masehi Injili di Timor (Gmit) Center yang berlokasi di Jalan Frans Seda, Kupang, NTT mulai dibangun.

Dana pembangunan gedung sebesar Rp3,,5 miliar bersumber dari Kementerian Agama. Pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Senin (5/8). Ketua Sinode Gmit Robert Litelnoni, S.Th mengatakan rencana pembangunan gedung tersebut sudah dibahas sejak 30 tahun lalu, namun baru bisa dibangun.

“Ini kerinduan dari jemaat dan kadang kerinduan itu diungkapkan dengan berbagai cara termasuk dengan paduan suara,”katanya.

GMIT Center akan menjadi pusat informasi dan dokumentasi perjalanan gereja Kristen di Nusa Tenggara Timur “Semua dokumentasi sejak tahun 1947 sampai sekarag akan tercover dalam gedung ini. Ide ini lalu diangakat di Sidang Raya GMIT tahun 2012,” kata Dia.

Baca Juga :  Bayi yang Turut Dievakuasi ke RS SK Lerik Positif Korona

Litelnony mengatakan, ada dua agenda besar dalam kepemimpinan Sinode GMIT periode ini yaitu pembangunan Gedung GMIT Center dan Rumah Sakit GMIT. “Ini kebutuhan yang harus diingatkan gereja untuk dibangun,” jelasnya.

Hadir pada acara peletakan batu pertama tersebut tiga anggota DPR yakni Setya Novanto, Charles Mesang, Herman Herry, dan anggota DPRD Paul Lyanto, serta Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni, Ketua DPRD NTT Ibrahim Agustinus Medah, dan Wali Kota Kupang Jonas Salean dan puluhan pendeta.

Pada kesempatan tersebut Pendeta Robert Litelnoni memberikan apresiasi kepada tiga anggota DPR tersebut atas perjuangan mereka hingga dana pembangunan gedung GMIT Center dimasukan dalam DIPA Kementerian Agama. “Bapak Charles Mesang kami pasti percaya akan memberikan perhatian ada rencana pembangunan Rumah Sakit GMIT,” ujarnya.

Baca Juga :  Gawat, 11 Meninggal dan Tambah 207 Positif Covid di NTT, Kota Kupang 182 Orang

Ketua Panita Pembangunan Gmit Center Piet Djami Reboh mengatakan arsitek gedung ini adalah Sun Consultan yang dibina Paul Liyanto dengan desain model arsitektur modern. Konstruksi utamna beton berulang dan rangka baja, serta memanfaatkan kondisi topografi lokasi menghindari galian yang menelan biaya besar.

Menurutnya biaya pembangunan gedung bakal membengkak menyusul mahalnya harga bahan bangunan saat ini. “Kami perkirakan biaya pembangunan gedung bakal membengkak hingga Rp8,7 miliar akibat dari mahalnya harga bahan bangunan,” kata Dia. Harga satuan bangunan ini mencapai 4 juta/meter persegi dan pada akhir tahun ini akan rampung 50 persen. Pembangunan gedung ini dijadwalkan selesai dalam satu tahun. (GBA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *