Foto-foto Ini Membuatmu Mengerti Kerja Wartawan

  • Whatsapp
Wartawan wanita tergeletak di tanah setelah menghirup gas air mata selama bentrokan dengan pengunjuk rasa di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza, 23 Oktober 2015. Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa

SEORANG wartawan harus selalu update informasi, bergerak cepat di lapangan untuk berburu berita, serta membuat janji dengan narasumber.

Belum lagi soal deadline berita yang menuntut mereka berpikir dan bekerja setiap waktu tanpa mengenal jam kerja.

Tak hanya itu, tantangan semakin berat ketika seorang wartawan mendapatkan tugas untuk peliputan berita di wilayah perang.

Tak jarang mereka mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan, seperti menjadi sandera, dituduh mata-mata, terkena peluru nyasar, serta terlibat baku hantam.

Meski nyawa taruhannya, mereka tetap bekerja profesional demi menyajikan berita kepada masyarakat.

Seperti apa perjuangan mereka? dilansir dari Facebook New Age, Kamis (5/5), berikut potret perjuangan wartawan di daerah perang.

Fotografer Reuters Gleb Garanich terluka setelah terlibat bentrok dengan polisi huru hara saat mengambil gambar demo mendukung integrasi Uni Eropa di Independence Square di Kiev, 30 November 2013.

Baca Juga :  Pasien Korona Meninggal di NTT Tambah 2 Orang, Positif Tambah 31 Orang
Wartawan menyelamatkan diri selama pemboman yang dijatuhkan oleh pesawat pemerintah Libya di sebuah pos pemeriksaan dekat kilang minyak Ras Lanuf, 11 Maret 2011. Foto: Reuters/Paul Conroy
Wartawan menyelamatkan diri selama pemboman yang dijatuhkan oleh pesawat pemerintah Libya di sebuah pos pemeriksaan dekat kilang minyak Ras Lanuf, 11 Maret 2011. Foto: Reuters/Paul Conroy

Kenji Nagai (50) dari AFP sedang mengambil foto dengan kondisi terluka setelah polisi dan pejabat militer menembaki pengunjuk rasa di pusat kota Yangon, 27 September 2007.

Wartawan video itu tertembak saat polisi membubarkan massa. Nagai akhirnya meninggal dunia.

Samia Nakhoul dari Reuters tampak berada di dalam mobil dengan kondisi terluka parah di kawasan Palestine Hotel di Baghdad, 8 April 2003.

Fotografer Reuters Yunani Yannis Behrakis sedang berlindung selama baku tembak antara pasukan Israel dan militan Palestina di kota Ramallah, Tepi Barat, Maret 2001.

Baca Juga :  Tega, Ibu Buang Bayinya di Pinggir Jalan 40 Kupang

Remi Ochlik, seorang fotografer Prancis di Kairo, Mesir, pada tanggal 23 November 2011.

 Fotografer Reuters Abed Omar Quimica terjatuh setelah terluka dalam bentrokan di kota Tepi Barat Nablus, 3 Mei 2004. Foto: Reuters/Stringer

Fotografer Reuters Abed Omar Quimica terjatuh setelah terluka dalam bentrokan di kota Tepi Barat Nablus, 3 Mei 2004. Foto: Reuters/Stringer

Ia dan koresponden AS Marie Colvin tewas pada 22 Februari 2012 di kota Suriah saat roket yang ditembakkan oleh pasukan pemerintah menghantam tempat tinggal mereka.

Seorang polisi anti huru hara memukul wartawan foto Yunani Tatiana Bolari saat demonstrasi di pusat kota Athena 5 Oktober 2011.

Jendela taksi yang ditumpangi fotografer Reuters Paulo Whitaketerkena terkena peluru menyasar.

Ia juga terluka selama kerusuhan di Vila Cruzeiro kumuh di Rio de Janeiro, 26 November 2010.

Asif Hassan, fotografer AFP duduk di sebuah kendaraan polisi setelah tertembak di dadanya selama unjuk rasa di Karachi 16 Januari 2015 yang diselenggarakan oleh Islami Jamiat-e-Talaba, sayap partai Jamaat-e -Islami (JI) terhadap satir Prancis mingguan Charlie Hebdo yang menampilkan kartun Nabi Muhammad.

Perjuangan wartawan di lapangan tidak mudah. Maka, hargai profesi wartawan. (brilio)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *