Forum Academia NTT Inisiasi Tes Swab Massal dan Murah

  • Whatsapp
Dr Fima Inabuy (kiri) berkunjung ke Lab Biomolekuler Rumah Sakit W.Z Johanes Kupang, 2 Juni 2020. Foto: Dok FAN

Kupang – Ahli Biomolekuler dan Anggota Forum Academia NTT (FAN), Dr Fima Inabuy sedang merancang tes deteksi virus korona (covid-19) massal dan murah di Kota Kupang.

Test swab massal atau pool test tersebut menggunakan dua mesin Quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR). Saat ini, dua mesin itu masing-masing tersimpan di Laboratorium Biomolekuler RSU WZ Johannes dan Laboratorium Bio Science Universitas Nusa Cendana (Undana). Mesin qPCR di RS WZ Johannes merupakan pinjaman dari Balai POM Surabaya, Jawa Timur. (baca: https://www.lintasntt.com/ntt-pinjam-1-unit-pcr-dari-surabaya/)

Read More

Baca Juga :  PLN NTT Siapkan Tempat Cuci Tangan untuk Masyarakat

Pada 11 Juni 2020, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covd-19 NTT Benediktus Polo Maing menyurati Dirut RS WZ Johannes dan Rektor Undana untuk meminjamkan qPCR dan alat-alat pendukung pelaksanaan Pooled Test qPCR kepada Tim Pengelola Laboratorium RS Penyangga Klinik Pratama Undana untuk kepentingan tes massal tersebut.

Tes massal bertujuan memaksimalkan dan mempercepat pemeriksaan sampel covid-19. Selain, Klinik Pratama Undana, lokasi tes massal juga direncanakan di UPT Laboratorium Kesehatan Pemprov NTT.

Untuk itu, mulai Senin (15/6), Fima akan melatih 20 orang yang akan mengoperasikan dua qPCR tersebut. Pasalnya selama ini, dua peralatan itu tidak dimanfaatkan. “Dengan cara ini kita bisa mempunyai lebih banyak orang di NTT yang mampu mengoperasikan qPCR,” kata Fima.

Baca Juga :  Kru Kapal Cina Sakit, NTT Kirim Dokter

Anggota Forum Academia NTT lainnya, Dr Elcid Li mengatakan, Gubernur NTT Viktor Laiskodat sudah memberikann dukungan pelaksanaan tes swab massal dan murah tersebut. “Dukungan gubernur disampaikan dalam dua kali pertemuan bersama Dr Fima,” ujarnya, Sabtu (13/6)

Dalam pertemuan itu, Gubernur juga minta pengadaan ruangan bertekanan negatif untuk kepentingan tes swab massal dan murah segera direalisasikan. “Masalahnya sekarang ada pada birokrasi. Pengadaan ruang bertekanan negatif harus dipercepat,” kata Elcid. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *