Film Nokas Ikut Kompetisi di Singapura

  • Whatsapp
Salah Satu Adegan Film Nokas

Kupang–Film Dokumenter Nokas karya Manuel Alberto Maia, sutradara asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur akan berkompetisi pada program Silver Screen Awards Singapore International Film Festival (SGIFF) 2016.

Film itu telah mendapat nominasi Film Dokumenter Panjang Terbaik Festival Film Indonesia 2016.

Film Nokas akan berkompetisi bersama sembilan film dari Asia, tanpa pemisahan genre film. Film fiksi dan dokumenter akan berkompetisi satu sama lain.

“Nokas bercerita tentang kisah cinta pemuda bernama Nokas yang ingin menikahi kekasihnya Ci, tetapi harus berhadapan dengan tradisi pernikahan dalam adat Timor yang kompleks yang membuat kisah cinta mereka berada di ujung tanduk,” kata Manuel Alberto Maia di Kupang, Senin (28/11).

Baca Juga :  Ile Boleng Angkut 800 Pesiarah ke Larantuka

Nokas rencananya akan diputar untuk umum pertama kali di Indonesia pada acara Screendocs Expanded pada 3 dan 4 Desember 2016 di Erasmus Huis, Jakarta.

Pemutaran akan dilaksanakan 3 Desember pukul 20.00 WIB dengan dihadiri oleh produser, sementara pemutaran pada 4 Desember dilaksanakan pukul 16.30 WIB akan dihadiri oleh sutradara.

Nokas adalah film dokumenter panjang pertama Manuel Alberto Maia, dibuat dengan pendekatan observasional yang proses produksi memakan waktu hampir tiga tahun.

Film itu merupakan film dokumenter pertama yang dibuat oleh sutradara lokal dari Indonesia Timur yang pernah berkompetisi di Silver Screen Awards, Singapore International Film Festival.

Prestasi yang diraih oleh film Nokas tersebut mendapat perhatian dari Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Bank NTT medukung biaya perjalanan tim film Nokas untuk menghadiri pemutaran film tersebut di Singapura dan Jakarta. (sumber: media indonesia/palce amalo)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *