Fary Francis Cek Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung di Sumba Barat

  • Whatsapp
Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis, saat mencoba menyeberangi titian kayu sebagai penghubung di Desa Palakahembi, Sumba Barat, Sabtu (16/2). Foto: Dany Ratu

Waikabubak–Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis mengecek lokasi pembangunan jembatan gantung di Dusun Kabaru, Desa Palakahembi, Pandawai, Sumba Timur, Sabtu (16/2/2019).

Kegiatan itu dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Komisi V DPR RI bersama mitra yakni Kementerian PUPR dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.  Kehadiran Fary Francis dan rombongan berkaitan dengan usulan masyarakat setempat untuk pembangunan Jembatan Gantung yang menghubungkan dua desa di wilayah tersebut.

“Kita hadir untuk mendengar langsung dari warga, pemilik lahan, dan pihak PUPR (Balai Jalan dan Jembatan Sumba) tentang rencana pembangunan jembatan gantung di dusun itu,” ungkap Fary.

Menurut Fary, usulan rakyat di desa tersebut sudah diperjuangkan di tingkat Pusat. Kini saatnya mengecek langsung di lapangan, dalam rangka memastikan bahwa fasilitas yang sangat dibutuhkan warga itu tidak ada masalah dalam proses pengerjaannya.

Baca Juga :  Update Korona NTT: Pasien Positif dan Sembuh Sama-sama Tambah 4 Orang

“Jembatan gantung itu untuk menyeberang kali Palakahembi. Kita ingin sebelum proses pembangunannya, semuanya harus benar-benar clear, sehingga tidak ada masalah dalam pembangunannya nanti,” tegasnya.

Fary meminta mitra kerjanya dari Kementerian PUPR Bidang Balai Jalan dan Jembatan untuk memastikan proses pembangunan jembatan gantung tersebut.

“Kalau sudah tidak ada persoalan lagi, proses pembangunannya bisa segera dilaksanakan,” ungkapnya.

Plt Kades Palakahembi Max Koli saat pertemuan di bawah Pohon Asam mengatkan, jembatan gantung itu sangat dibutuhkan warga. Jembatan itu menjadi satu-satunya akses warga ke kampung sebelah, termasuk anak-anak-anak sekolah.

“Jembatan itu sangat kami butuhkan. Anak-anak sekolah harus menyeberang kali saat mau pergi ke sekolah yang ada di kampung seberang, kalau tidak lewat kali harus melewati jalur lain yang cukup jauh. Apalagi di kali itu ada buaya, maka kami sangat berharap bantuan Pak Fary agar jembatan ini bisa hadir di kampung kmai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rasio Elektrifikasi di NTT September 2019 Capai 83,68%

Keputusan berkaitan dengan proses pembangunan jembatan gantung sudah dbuat, dan dihadiri Camat Pandawai Agus Rawambaku, PPK Balai Jalan Sumba Ebenhaezer Adam, tokoh agama, tokoh adat, dan warga setempat.

Selain kesepakatan jembatan gantung di Desa Palakahembi, akan dibangun juga di wilayah Kiritana. (bintngtimur)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *