Empat Orang Raih NTT Academia Award 2013

  • Whatsapp

 Kupang–Lintasnntt.com: Forum Academia NTT (FAN) kembali akan memberikan penghargaan ‘NTT Academia Award 2013’ kepada putra-putri Nusa Tenggara Timur berprestasi di berbagai bidang.

Penghargaan tahunan tersebut akan diserahkan kepada empat orang pada 1 Februari sekitar pukul 16.00 Wita di Kupang. Pemberian penghargaan ini merupakan ketujuh kalinya sejak 2007. Mereka dipilih melalui seleksi ketat dewan juri meliputi konsistensi berkarya, ketahanan, sumbangsih untuk masyarakat NTT, dan sesuai tema  NTT Academia Award tahun ini ‘Hidup dari Tanah Air.’

Empat penerima penghargaan itu ialah dosen Universitas Nusa Cendana I Gusti Ngurah Djalantik untuk kategor scince, sastrawan perempuan Mezra Pellondou untuk kategori Sastra dan Humaniora, Kader Posyandu asal Kabupaten Sikka, Baco Gaebo untuk kategori entrepreneur, dan  aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pendeta Ishak Nicolas Frans untuk kategori life time achievement.

“Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang yang bekerja keras dan melakukan inovasi. Mereka sangat produktif dalam memproduksi ilmu pengetahuan baru,” ujar Anggota FAN Dominggus Elcid Li kepada wartawan, Selasa (28/1).

Baca Juga :  Ada 190.960 Rumah Tidak Layak Huni di NTT

Ia mengatakan sastrawan Mezra Pellondou terpilih bukan karena kualitas gagasannya yang dituangkan lewat tulisan, melainkan atas jasanya dalam membangun bidang sastra Nusa Tenggara Timur. Begitu pula I Gusti Ngurah Djelantik terpilih karena merupakan pemikir utama tentang sapi di Nusa Tenggara Timur. “Terobosan pemikirannya soal peternakan sapi merupakan acuan bagi para peniliti,” ujarnya.

Adapun Baco Gaebo adalah kader posyandu sejak 1984. Ia memilih untuk melayani komunitas nelayan Bajo di daerah Wuring di Kabupaten Sikka. Selama 30 tahun, ia konsiten dalam pengembangan anak usia dini yang bertransformasi dari posyandu menjadi Posyandu Mandiri dan PAUD Mandiri. Walaupun tidak dikenal publik NTT, Gaebo mampu mengantarkan Pos PAUD Sayang Anak sebagai posyandu mandiri hingga terpilih menjadi juara se-NTT dan Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Hati-Hati, Kecepatan Angin di Kupang 55 Kilometer Per Jam

Sedangkan Pendeta Ishak Frans terpilih karena inovasinya memadukan antara pewartaan dan pelayanan yang memenuhi kebutuhan umat, ia pun dipercayakan kepala pusat pelatihan kader kemakmuran oleh gereja GMIT., menjadi Direktur Yayasan Alfa Omega dan dinobatkan sebagai anggota seumur hidup ASHOKA, Innovators for the public pada 1995.

Ia mengatakan tema Academia Award tahun 2013 mengandung pengertian bahwa hidup di Tanah Air masih mungkin. Hal ini bertolak dari maraknya perdagangan manusia serta pertanian mulai ditinggalkan dan tambang menghantui masyarakat, para penerma award tersebut konsisten dengan pekerjaan mereka. “Mereka konsisten untuk memulai dari tanah air dan menyatakan lewat hidup mereka bahwa kerja berbasis tanah air masih mungkin,” kata juri Academi Award 2013 dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Merry Kolimon. (gba)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *