Edukasi Nutrisi pada Ibu Hamil dan Menyusui Penting untuk Mencegah Stunting

  • Whatsapp
NTT Melawan Stunting

Kupang–Pemberiann suplementasi dan edukasi mengenai nutrisi pada ibu hamil, berdampak positif terhadap kualitas kesehatan dan status gizi ibu hamil, dengan berkurangnya risiko anemia dan infeksi.

Hal itu merupakan satu dari tiga kelompok temuan penting hasil riset ‘Pengaruh Suplementasi dan Edukasi Nutrisi pada Kesehatan Ibu Hamil dan Tumbuh Kembang Janin, Bayi, dan Anak Pra-sekolah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar Kalbe Nutritionals bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kupang dan IDAI Cabang NTT yang digelar sejak 2017-2019.

Dua temuan lainnya yakni pada Kelompok Bayi, pemberian suplementasi nutrisi pada bayi yang disertai edukasi nutrisi dan stimulasi kepada ibu bayi, mampu menjaga pertumbuhan bayi dengan laju pertumbuhan yang normal sesuai pertambahan usianya.

Selanjutnya pada Kelompok Anak Pra-sekolah, pemberian suplementasi nutrisi pada anak pra sekolah disertai edukasi nutrisi dan stimulasi, mempunyai dampak terhadap kualitas kesehatan anak seperti anak lebih bugar karena mempunyai kadar hemoglobin yang lebih baik, anak lebih tahan terhadap infeksi, dan juga membuat anak mempunyai risiko yang lebih kecil untuk mengalalami gangguan perkembangan dan perilaku emosi.

Temuan riset terhadap salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut dilakukan di sejumlah puskesmas, pustu, posyandu, dan Sekolah Taman Kanak-Kanak di Kota Kupang. Kegiatan ini bertajuk #LovamilBerbagiCinta, #AksiPeduliGiziMilna, dan #SiapCerdaskanBangsaChil*Go!.

Laporan akhir hasil riset itu disampaikan kepada Pemprov NTT kegiatan ‘NTT Melawan Stunting’ yang diisi Presentasei Ilmiah Stunting dan Konsekuensi Jangka Panjang di Kantor Gubernur NTT, Selasa (11/2) pagi. Salah satu pembicara dalam laporan riset tersebut, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Baca Juga :  PKK NTT Bentuk Desa Model Pengendalian Malaria

Managing Director Kalbe Nutritionals, Yuni Herawati mengatakan program CSR Kalbe Nutritionals melibatkan banyak pihak melalui Program ABG (Academic, Business, dan Government).

Menurutnya, Academic direpresentasikan dengan keterlibatan para dokter ahli anak dari IDAI Cabang Jawa Timur, IDAI Cabang NTT, dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.

Sedangkan Business merupakan representasi dari Kalbe Nutritionals dan Government terdiri dari Pemprov NTT, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Kerjasama kolaboratif tesebut ditujukanuntuk masyarakat, tenaga medis, dan tenaga pendidik anak usia dini.

Rangkaian acara tersebut merupakan komitmen Kalbe Nutritionals sebagai bagiand dari scale up Nutrition (SUN) Movements sekaligus partisipasi Kalbe sebagai member of SUN Business Network (SBN) di Indonesia.

“Rangkaian CSR kali ini tidak hanya dalam bentuk pelayanan dan pendidikan untuk masyarakat Kota Kupang tetapi semua kegiatan disertai penelitian dirancang oleh para ahli anak dari IDAI NTT, Jawa Timur, dan Pemprov NTT,” kata Yuni Herawati.

Baca Juga :  GM PLN NTT Mengajar di SMA 1 Rote Barat Laut

Dia menyebutkan NTT menghadapi tantangan sumber daya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak. Pada 2016, Pusat Data Kemenkes mencatat angka bayi lahir berat badan rendah (BBLR) sebanyak 15,5%, balita gizi kurang 28,2%, balita pendek 38,7%. Sedangkan Hasil Riset Kesehatan Dasar Kemenkes pada 2018 mencatat proporsi gizi kurang dan gizi pada balita sebesar 29,5%, dan proporsi balita sangat pendek sebesar 42,6%.

“Kalbe Nutritionals berharap kegiatan ini diteruskan dan menjadi acuan Pemprov NTT dan provinsi lainnya dalam membantu mengurangi stunting dan masalah gizi kronis yang disebabkan gizi minim,” tambahnya.

Ketua IDAI Cabang NTT dokter Frans Taolin bersama Ketua IDAI Cabang Jawa Timur dokter Sjamsul Arief menyebutka laporan hasil riset merupakan puncak acara dari kegiatan yang telah berlangsung selama dua tahun tersebut.

Kegiatan edukasi masyarakat melalui seminar parenting tenaga medis berupa pendidikan kedokteran berkelanjutan (PKB) digelar di Kupang pada 2017 dan Labuan Bajo pada 2019. Selain itu dilakukan renovasi dua Taman Kanak-Kanak di Kupang, serta temu malam puncak HKN bersama Pemerintah Kota Kupang dan akademisi. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *