Dua Anak Jadi Korban Letusan Rokatenda

  • Whatsapp
Gunung Rokatenda ketika meletus

KUPANG—LINTASNTT.COM: Tim penolong bersama warga sampai Minggu (11/8) siang belum menemukan dua anak yang hilang saat letusan gunung Rokatenda.

Wakil Bupati Sikka Paulus Nong Susar mengatakan saat terjadi letusan pada Sabtu (10/8), tiga anak tersebut tidur di pantai yang diketahui menjadi jalur aliran lahar Rokatenda.

Dua anak yang belum ditemukan ialah Lenga, 5, dan Pio alias Ririn, 8. Musibah ini juga mengakibatkan tiga orang tewas yakni Aloysius Roga, 65, Maria Wea, 58, Petrus Ware, 69. Para korban berasal dari Desa Rokirole, Kecamatan Palue, satu dari dua desa yang paling parah terkena lahar panas letusan Rokatenda. Desa lainnya yang terkena semburan lahar adalah Nitungle. Dua desa ini berjarak kurang dari 300 meter dari puncak gunung.

Baca Juga :  Frans Lebu Raya, Gubernur yang Paling Sering Telepon

“Tim penolong masih melakukan pencarian terhadap para korban hilang,” katanya. Adapun tiga
korban tewas tersebut ditemukan hanya tersisa rangka, sudah dimakamkan di Kampung Cawalo, Desa Rokirole pada Sabtu siang. Ia mengatakan korban hilang adalah cucu dari korban tewas Aloysius Lala. Mereka tidur di pantai setelah bersama Aloysus pulang melaut.

Sementara itu Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera yang tiba di Pulau Palue pascaletusan Sabtu, sampai Minggu (11/8) belum kembali ke Maumere. Bupati masih terus membujuk warga agar bersedia dievakuasi ke lokasi yang aman. Ada dua lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah yakni di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka dan sebuah lokasi di Pulau Palue. Ia mengataka Pulau Palue terdiri dari satu kecamatan delapan desa. Jumlah penduduk sekitar 10.000 orang. Rata-rata desa berpenduduk antara 1.200 orang hingga 1.400 orang. (GBA)

Baca Juga :  Kapal Harapan Jaya Nyaris Tenggelam di Selat Pukuafu

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *