Dorong Pemanfaatan EBT, PLN NTT Tanam 2.200 Anakan Pohon di Kupang Tengah

  • Whatsapp
Foto: pln

Kupang – PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW ) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penanaman 2.200 anakan pohon dalam program PLN Peduli di dua desa di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang selama satu pekan terakhir.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko mengatakan aksi penanaman pohon tersebut sebagai bentuk kepedulian PLN untuk medorong energi baru terbarukan (EBT).

Read More

Penanaman pertama pada Jumat (23/10/2020) di Desa Nitneo sebanyak 200 pohon Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, terdiri dari anakan Trembesi, Tabebuya, Sakura Sumba dan Flamboyan.

Sedangkan penanaman kedua pada Selasa (27/10/2020) di Desa Mata Air dalam momen hari listrik nasional sebanyak 2.000 anakan Lamtoro dan Kaliandra untuk mendukung energi baru terbarukan (EBT) dalam program co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana).

“PLN hadir di tengah-tengah masyarakat NTT dan kami berharap dapat memberikan kontribusi positif. Nusa Tenggara Timur memiliki EBT yang luar biasa, di Flores tersedia Energi panas bumi di Ulumbu dan Matalako yang akan dikembangkan untuk menambah EBT di Flores. Sedangkan di Sumba terdapat potensi energi matahari yang sangat bagus bahkan seluruh wilayah NTT. Di daerah lain PLTS hanya beroperasi hari 4-5 jam, tetapi di NTT PLTS bisa dimanfaatkan 8-9 jam,” kata Jatmiko lewat keterangan tertulis.

Pada kesempatan penanaman anakan pohon di Desa Mata Air, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengajak PLN untuk melupakan fosil dan mulai memanfaatkan EBT.

Baca Juga :  Greenpeace: Pemerintah Australia-PTTEP Hindari Ganti Rugi

“Saya memberikan apresiasi kepada Undana dan PLN dalam mengembangkan EBT yang menjadi energi masa depan. Presiden telah mencanangkan EBT 24 persen pada tahun 2024. Saat ini bauran EBT secara nasional baru 10-12 persen. erima kasih kepada PLN dan Undana yang telah bekerjasama untuk mengembangkan EBT biomasa,” ujarnya.

Karena itu, menurut Dia, pengembangan EBT menjadi mutlak dalam menyikapi kebutuhan energi.

Menurut Laiskodat NTT akan menjadi EBT terbesar di dunia. Di NTT, energi matahari terbesar terdapat di Sumba selain Timor dan Sabu. Selain itu, di seluruh NTT angin juga merupakan salah satu potensi EBT.

“Saat ini sudah bergeser paradigmanya siapa memegang EBT memegang dunia. Potensi EBT NTT selain biomasa juga tersedia energi angin dan matahari. Pada kesempatan ini, saya mengucapkan Selamat Hari Listrik Nasional ke 75, terus semangat menerangi nusantara,” ucap Gubernur

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Fredrik L Benu menyampaikan selamat Hari Listrik Nasional ke 75 bagi PLN.

“Acara ini bukan sekadar penanaman pohon tetapi merupakan bagian dari upaya pengembangan EBT. Penanam 2.000 anakan lamtoro dan kaliandra yang akan diolah menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik. ini suatu teroboson PLN bekerja sama dengan Undana dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan. Semoga kegiatan ini akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Tuturnya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko menyampaikan bahwa PLN berkomitmen menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Penanaman 200 anakan Trembesi, Tabebuya, Sakura Sumba dan Flamboyan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT untuk menambah ruang terbuka hijau.

Baca Juga :  PLTA Sita di Manggarai Timur Beroperasi Akhir 2018

Selain itu juga dilakukan Penanaman 2000 anakan Lamtoro dan Kaliandra untuk mendukung EBT dalam program co-firing PLTU Bolok bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana.

“PLN hadir di tengah-tengah masyarakat NTT dan kami berharap dapat memberikan kontribusi positif. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki EBT yang luar biasa. di Flores tersedia Energi panas bumi di Ulumbu dan Matalako yang akan dikembangkan untuk menambah EBT di Flores. Sedangkan di Sumba terdapat potensi energi matahari yang sangat bagus bahkan seluruh wilayah NTT. Di daerah lain PLTS hanya beroperasi hari 4-5 jam, tetapi di NTT PLTS bisa dimanfaatkan 8-9 jamm,” ungkap Jatmiko.

Sementara itu, Plt Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Yandri Lasi menyampaikan bangga karena telah didukung PLN untuk menjadikan jalur 40 menjadi ruang terbuka hijau. Semoga pohon-pohon yang ditanam tumbuh menjadi pohon besar, bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi penghijauan seperti aktivitas lari pagi di sana.

Ketua RT 06 Desa Nitneo, Nahor Kase mengungkapkan semua ini untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dukungan dari PLN ini menjadi motivator bagi kami, menjadikan wilayah kami bisa hijau dan harapannya bisa menjadi desa wisata. Kami atas nama warga Desa Nitneo RT 06 akan menjaga dan merawat sampai hidup.

Dalam penanaman pohon itu terlihat hadir, Gubernur Provinsi NTT, PLT Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Wakil Bupati Kupang, Rektor Undana, Media Massa, Camat Kupang Tengah, tokoh masyarakat desa Mata Air, desa Nitneo, dan GM PLN UIW NTT berserta jajaran manajemen. (siaran pers pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *