Kupang – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan perlunya peran sektor perbankan, khususnya Bank BTN dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan mengurangi defisit ekonomi NTT yang mencapai Rp51 triliun tahun lalu.
Peran perbankan tersebut bisa dengan cara mendorong wirausaha baru dan juga pertumbuhan sektor UMKM melalui progam One Village One Produk (OVOP), Gerakan ‘Beli NTT’. Selanjutnya, program terakhir yang akan dihadirkan oleh duet Gubernur Melkides Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma (Melk-Johni) bernama NTT Mart.
“Sehingga nantinya ekonomi NTT ini betul-betul memberi ruang bagi potensi dan juga keunggulan yang ada,” kata Gubernur Melki saat menyampaikan sambutan pada Peresmian Kantor Bank NT Cabang Kupang, Rabu (9/7/2025).
Peresmian gedung baru Bank BTN di Kupang dilihat sebagai simbol optimisme dan komitmen untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi NTT.
Dengan NTT Mart, lanjut gubernur, betul-betul ekonomi NTT betul-betul memberi ruang bagi potensi dan keunggulan yang ada. NTT Mart adalah salah satu solusi untuk memutar roda ekonomi di dalam daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi ketergantungan pada produk luar daerah.”
Selain NTT Mart, Gubernur juga menekankan pentingnya program-program lain seperti One Village One Product (OVOP) yang mendorong setiap desa untuk memiliki produk unggulan, serta dukungan terhadap inisiatif serupa dari berbagai lembaga keagamaan, seperti Gerakan GMIT Mart (GG Mart) dari Sinode GMIT.
Laka Lena berharap Bank BTN dapat berperan aktif dalam mendukung program-program tersebut, menyediakan akses permodalan bagi para pelaku UMKM.
Beliau juga menyinggung pentingnya literasi keuangan dan konsultasi investasi personal untuk mendorong munculnya wirausahawan baru di NTT.
“Kami juga mendorong agar ke depan mohon dibantu oleh Bank BTN di tingkat desa, kelurahan maupun di tingkat gereja, masjid dan UMKM melakukan hilirisasi. Tidak semua harus dijual mentah, tapi kalau ada yang bisa dihilirisasikan kita hilirisasikan di sini,” jelas Gubernur Laka Lena. (gma).














