Dokter Pina Bawa Bukti Video Dugaan Pungli ke Menkes

  • Whatsapp
Ilustrasi Pungli

Labuan Bajo–Dokter Pina Yanti Pakpahan sesaat sebelum take off menggunakan pesawat Garuda di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengaku dia berangkat ke Jakarta hendak bertemu dengan Menteri Kesehatan guna melaporkan ancaman penganiayaan terhadap dirinya.

Pina mengaku telah diancam seorang Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Labuan Bajo Marsel Elias, yang juga atasannya, saat dia bertekad membongkar praktik pungutan liar (pungli) di kantor itu.

“Hari ini saya terbang langsung dari Labuan Bajo tujuan Jakarta untuk bertemu dengan atasan saya yakni Menteri Kesehatan untuk melaporkan kasus pungli. Ada tiga alat bukti berupa dua video rekaman pungli dan satu rekaman percakapan. Akan saya serahakan di Jakarta ke tangan menteri,” tuturnya di Bandara Komodo, Senin (22/5).

Alasan penyerahan bukti dua video dan satu rekaman percakapan itu, menurut Pina, karena Menkes selaku atasannya yang lebih tinggi. Selain itu, dia juga ingin menjaga nama baik lembaganya sehingga tidak tercoreng oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas negara, mengabdi dan melayani masyarakat.

Baca Juga :  Pingsan di Bus, Karyawati Dicabuli Empat Petugas TransJakarta

“Rekaman video ini harus saya serahkan ke menteri untuk menjaga nama baik lembaga. Itu alasannya sehingga saya tidak serahkan ke penyidik. Biar nanti atasan yang memutuskan,” ujar wanita asal Medan ini.

Namun, saat ditanya awak media, Pina menolak menunjukan berapa lama durasi dalam video dugaan pungli yang dimilikinya itu. Bahkan ia enggan menyerahkan bukti itu ke Polres Manggarai Barat agar para pelaku bisa ditangkap penyidik.

Ia hanya mengatakan, pemberantasan pungli yang memperkaya diri tengah digalakkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Untuk itu, pemberantasan itu perlu dilakukan lebih dulu dari dalam diri lembaga sendiri.

“Tak peduli meski dipecat sekalipun saya siap,” katanya.

Sementara itu, Efraim Janggu, rekan kerja yang sempat cecok dengannya, mengaku heran dengan perilaku dr Pina. Ia juga membantah telah melakukan pungli untuk mengurus kelengkapan dokumen kapal, seperti yang dituduhkan dr Pina.

Baca Juga :  Karyawan Telkomsel Pembobol Data Pribadi Denny Siregar Ditangkap

Menurut Efraim, penyerahan uang dari pemilik kapal langsung ke meja kerja dokter, tidak ada kaitan dengan dirinya.

“Dia (dr Pina) minta bantuan saya buat billing untuk banyar clearance speedboat. Semua orang di kantor ini sudah tahu PP21, di bawah GT 6, nol rupiah atau gratis, tak ada pungutan. Karena saya jawab, sabar dokter lagi jawab telpon, ABK itu menyodorkan uang ke meja kerjanya, dia tolak, terus dia tanya Efraim, ‘Selama ini ada pungli ya?’, saya jawab di aturan jelas tersistem online, dijawab seperti itu dia marah,” ujar Efreim mengisahkan peristiwa yang terjadi pada 17 Mei lalu.

Kepala KKP Marsel Elias telah mempersilakan dokter itu menempuh proses hukum dan menunjukkan semua bukti yang dia miliki.

“Itu hak dia, jika tidak ditemukan bukti dan lain-lain, maka saya bersama keluarga akan melakukan upaya hukum pemulihan nama baik. Di media massa begitu memvonis kami,” ujar Marsel. (sumber: mi/john lewar)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *