Dinas Pariwisata dan BPBD NTT Antisipasi Bencana di Lokasi Wisata

  • Whatsapp
Zony Libing/Lintasntt.com

Kupang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengidentifikasi potensi bencana di lokasi wisata saat musim hujan tahun ini

Identifikasi potensi bencana bertujuan mendorong pariwisata yang aman dan nyaman menyusul dibukanya seluruh destinasi wisata setelah kasus covid-19 terus berkurang.

“Kita harus mampu mengidentifikasi potensi bencana di destinasi wisata itu, menyiapkan sarana dan prasarana untuk bisa mendukung jika terjadi bencana, dan jika terjadi bencana, apa yang harus kita lakukan,” kata Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Zony Libing kepada wartawan seusai membuka kegiatan Sosialisasi Rancangan Strategi Parawisata Aman NTT, Kamis (18/11).

Kegiatan ini juga merupakan kerjasama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Pemerintah Australia, Pemprov NTT, dan Program Siap Siaga.

Baca Juga :  TIK Beri Sumbangan Besar bagi Kemajuan Peradaban Manusia

Zony mengakatan, NTT memiliki 1.305 daya tarik wisata meliputi wisata alam dan ekpresi budaya yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Obyek wisata tersebut sudah siap dikunjungi. Untuk itu, pemerintah terus melakukan pembenahan di lokasi wisata maupun jalur menuju lokasi wisata agar wisatawan yang berkunjung ke sana merasa aman. “Kita lakukan pembenahan agar wisatawan yang berkunjung ke sana merasa berada di rumah sendiri,” kata Dia.

Menurutnya, fasilitas yang dibangun di lokasi wisata berbeda-beda sesuai dengan potensi bencana apa yang terjadi di lokasi wisata tertentu. “Jangan sampai terjadi bencana barulah kita huru-hara, dan kalau sudah terjadi bencana, apa yang mesti kita lakukan,” ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTT, Ambrosius Kodo mengatakan pada awal September 2021, terjadi musibah banjir di wilayah Ine Rie, Kabupaten Ngada yang merupakan salahs atu destinasi wisata. Peristiwa itu mengakibatkan tiga warga setempat meninggal. “Untuk wilayah Flores didominasi bencana tanah longsor,” jelasnya.

Baca Juga :  Duta Petani Indonesia Asal Kupang Tingkatkan Hasil Pertanian dengan Penggunaan Listrik

Ambrosius mencatat pernah terjadi peristiwa bencana alam di Sumba, namun tidak terdampak ke destinasi wisata. Antisipasi bencana lainnya yaitu kebakaran yang pernah terjadi di lokasi wisata Pulau Komodo, banjir, pohon tumbang, rob, dan kekeringan.

Dia berharap antisipasi bencana tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat di desa atau yang bermukim dengan lokasi wisata.

Menurutnya, antisipasi bencana lainnya seperti La Nina dan siklon yang bencana alam yang sangat luas. Wilayah NTT pernah diterjang siklon Seroja pada April 2021 yang mengakibatan ratusan warga meninggal dan kerugian material yang mencapi ratusan miliaran rupiah. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *