Difitnah, Ferdi Tanoni Laporkan Maurice Blackburn ke Polda NTT, NSW Legal Services Commissioner dan Pengadilan Federal Australia

  • Whatsapp
Ferdi Tanoni

Kupang – Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) melaporkan kantor pengacara Maurice Blackburn ke Polda NTT terkait kasus fitnah.

Sebelumnya, Ferdi melaporkan Maurice Blackburn ke NSW Legal Services Commissioner di Sidney, Australia dan Pengadilan Federal Australia dalam kasus yang sama.

Pengaduan tersebut antara lain disebutkan bahwa secara terbuka dan terang-terangan Maurice Blackburn menulis surat kepada 81 Kepala Desa dan menyatakan bahwa Ferdi Tanoni telah melakukan korupsi terhadap dana kompensasi ganti rugi terhadap masyarakat di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao.

Selain itu Maurice Blackburn juga mengatakan bahwa Ketua YPTB ini selaku penghambat dari pendistribusian dana kompensasi tersebut.

Hal terebut disampaikan Ferdi Tanoni kepada pers di Kupang, Jumat (25/4/2024).

Selanjutnya kata Ferdi, Maurice Blackburn mengatakan bahwa mereka memiliki cukup banyak bukti baik itu surat-surat fitnahan dan rekaman suara dengan salah seorang Kepala Desa.

“Bagaimana saya bisa lakukan korupsi jika seluruh keuangan yang telah dimenangkan tersebut dipegang oleh Maurice Blackburn dan seluruh uangnya di transfer langsung oleh mereka ke rekening dari masing-masing penerima kompensasi tersebut,” kata Ferdi.

Menurutnya, Maurice Blackburn menghubungi pihak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan melakukan pemeriksaan di Kabuapten Rote Ndao dan juga melaporkan ke salah satu anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dan semua ini merupakan fitnahan belaka yang bertujuan untuk mengambil alih seluruh otoritas Ferdi yang secara resmi mewakili Pemerintah Republik Indonesia.

“Saya inginkan agar kasus fitnahan ini harus segera ditangani pihak keamanan di Indonesia dan Australia agar semua masyarakat mengetahuinya dengan jelas tentang duduk persoalan yang sebenarnya. Selain itu stempel saya-YPTB yang digunakan oleh Maurice Blackburn dan Ward Keller untuk melegitimasi tanda tangan mereka yang hanya di scan itu, berapa yang mereka bayar kepada YPTB?. Timbul pertanyaan saya,apakah hak YPTB telah dirampas oleh Maurice Bkackburn dan teman-teman nya?,” lanjut Ferdi.

Satu hal yang pasti bahwa Ferdi, selaku perwakilan resmi dan otoritas khusus Pemerintah Republik Indonesia untuk menyelesaikan kasus tumpahan minyak Montara hingga saat ini, tidak pernah memberikan KUASA kepada siapa pun di Indonesia dan Australia.

Selain itu, lanjut Ferdi, Maurice Blackburn mengatakan mereka tidak kenal dengan YPTB.

“Fitnahan terhadap Ferdi Tanoni ini telah tersebar secara nasional dan mungkin internasional, sejumlah media online dan media cetak, termasuk media elektronik seperti video-video dan lain sebagainya. Hal ini harus dipertanggung jawabkan.

Padahal, pemberitaan tersebut TIDAK PERNAH mereka melakukan konfirmasi, namun hanya menulis satu arah saja dan menurut saya berita2 tersebut adalah BERITA BOHONG/HOAX, ” tegas Tanoni, yang berjuang selama 15 tahun agar warga NTT korban tumpahan minyak Montara mendapat kompensasi dari PTTEP Australasia tersebut. (gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.