Didanai APBN dan APBD, Kota Kupang Bangun 249 Rumah Untuk Keluarga Miskin

  • Whatsapp
Foto: Humas Pemkot Kupang

Kupang – Tahun ini, Pemkot Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membangun 249 rumah layak huni yang diperuntukan bagi keluarga miskin.

Ratusan unit rumah tersebut, tersebar di 8 kelurahan yakni Penfui 25 unit, Oebobo 20 unit, Alak 70 unit, Kuanino 15 unit, Airnona 32 unit, Oesapa 40 unit, Lasiana 30 unit, dan Pasir Panjang 17 unit.

Pembangunan rumah layak huni ini melalui Program Bantuan Stimulan Penyedia Rumah Swadaya (BSPRS) Dana Alokasi Khusus (DAK).

Satu unit rumah menelan anggaran sebesar Rp50 juta dengan rincian Rp41.502.500 untuk membeli bahan bangunan dan ongkos pekerja sebesar Rp8.479.500. Adapun dana Rp50 juta tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp20 juta dan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemkot Kupang sebesar Rp30 juta

Baca Juga :  Angkut Mahasiswa Timor Leste Positif Korona, Sopir Mobil Rental Dicari

Sebelumnya, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, pemerintah tidak hanya membangun rumah, tetapi melengkapi rumah tersebut dengan perabot seperti kursi, meja tempat tidur, dan kasur.

“Selain sumber DAK, Pemerintah Kota Kupang juga mengalokasikan DAU APBD Kota Kupang sejak 2020 untuk program bedah rumah dengan harapan ke depan tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Kota Kupang,” katanya, saat Sosialisasi Bantuan Stimulan Penyedia Rumah Swadaya (BSPRS) di Alak, Kamis (12/5/2022).

Program BSPRS Dana Alokasi Khusus APBN berlansung sejak 2018-2022. Dalam kurun waktu tersebut berhasil dibangun 762 unit rumah untuk warga miskin di Kota Kupang.

Jumlah itu belum termasuk 281 unit rumah yang dibedah Pemerintah Kota Kupang sejak 2020-2022. Dengan demikian, total rumah yang dibangun dengan anggaran APBN dan APBD Kota Kupang mencapai 1.043 unit. (*/rilis/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *