Dianiaya Warga di Besipae, Staf Perempuan Badan Aset NTT Lapor Polisi

  • Whatsapp
Dara Puspitasari Atapukan (dua dari kanan). Foto: lintasntt.com

Kupang – Seorang staf perempuan Badan Pendapatan dan Aset Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) luka-luka akibat dianiaya di kawasan hutan Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan,  Timor Tengah Selatan.

Penyerangan diduga dilakukan sejumlah masyarakat yang sebelumnya menolak pemerintah daerah mengelola lokasi tersebut untuk dijadikan kawasan pertanian dan peternakan.

Read More

Korban penganiayaan bernama Dara Puspitasari Atapukan, 29, mengalami luka memar di kepala, telinga, dan dan kaki, melapor ke Polda NTT, Kamis (15/10) siang.

Penganiyaan dilakukan sejak Rabu (14/10). Menurut Dara akibat penganiayaan itu, sejak Rabu sampai Kamis pagi, telinga bagian kirinya tidak mendengar suara apapun. Dara tiba Polda NTT didampingi sejumlah rekannya sekitar pukul 12.00 Wita.

Baca Juga :  Gadis 15 Tahun Tewas Terinjak di Open House JK

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Wily Rohimone dan Kepala Biro Hukum Setda NTT, Alex Lumba. “Awalnya mereka bawa anak-anak kecil teriak-teriak, terus serang saya, sempat saya videokan. Jadi mereka yang menyerang duluan,” kata Dara Puspitasara Atabukan kepada wartawan saat melapor di Polda NTT.

Menurutnya, sebelum penyerangan, terjadi saling dorong antara satuan polisi pamong praja dengan warga. Warga menolak pemerintah mengisi air dari tangki air ke dalam sebuah bak untuk kebutuhan menyiram tanaman.

Persoalan itu yang kemudian terjadi saling dorong yang mengakibatkan seorang warga jatuh. Dara yang sedang merekam mengunakan video berusaha menolong perempuan tersebut, malah ia diserang.

Wily mengatakan setelah kejadian penganiyaan itu, beredar video di media sosial yang memojokanpemerintah seolah-olah pemerintah melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap warga. “Kita yang diserang, staf saya itu dipukul mengalami luka di tengkorak bagian belakang kepala,” tambah Wily Rohimone.

Baca Juga :  Ketua KPU Lembata Berdarah Setelah Dipukul di DKPP

Dia menyebutkan penyebar video tersebut tidak membalikan fakta sebenarnya. Sebaliknya, pemerintah memiliki video lengkap tentang awal kejadian serta penyerangan pertama yang dilakukan warga.

Sementara itu, dari pihak warga juga melaporkan pemerintah polisi. Laporan dilakukan kuasa hukum warga, Akhmad Bumi. Laporan tersebut terkait dugaan penganiayaan yang terhadap lima warga. “Tadi malam warga sudah laporkan ke Polda NTT, arga yang lapor bernama Nikodemus Manao,” ujarnya. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *