Dewan Komisaris Dorong Pengurus Bank NTT Pertahankan Tingkat Kesehatan Bank

  • Whatsapp
Gedung Kantor Bank NTT/Foto: lintasntt.com

Kupang – Komisaris Independen Bank NTT Frans Gana menyebutkan, dewan komisaris terus mendorong pengurus Bank NTT untuk mempertahankan tingkat kesehatan bank yang telah dicapai selama ini.

Seperti diketahui, sesuai audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kantor Akuntan Publik (KAP), Bank NTT mendapat predikat ‘Bank Sehat’ tingkat 2. “Untuk itu, kita mendorong direksi, pemimpin cabang dan seluruh karyawan untuk mempertahankan tingkat kesehatan bank yang telah kita capai ini. Tingkat good corporate governance juga perlu terus perbaikan,” kata Frans Gana saat berbicara pada Medai Gathering Bank NTT di Hotel T-More Kupang, 28 Desember 2023.

Tidak hanya memberikan dorongan, menurut Frans Gana, dewan komisaris juga tetap berkomitemen dan bergandengan tangan bersama direksi demi mencapai soliditas kerja yang optimal.

Pasalnya, dewan komisaris juga terlibat dalam pemantau risiko terkait dengan risiko operasional kredit, reputasi, strategis, dan juga kepentingan politik.

“Apa yang diformulasikan di rencana bisnis bank (RBB), terus kami pantau. Kami juga dilibatkan dalam rangka Komite Remunerasi dan Nominasi antara lain mempersiapkan calon pengurus dan juga pada kondisi tertentu calon pejabat eksekutif,” Kami juga sering membaca dan memberikan tangapan, informasi terhadap calon-calon pejabat eksekuti baik calon kepala divisi maupun pimpinan cabang,” ujarnya.

Sinyalemen Laba Turun 

Frans Gana juga menangapi sinyalmen yang menyebukan laba Bank NTT menurun drastis pada Tahun Buku 2023.  Menurutnya, penurunan laba bukan karena kinerja atau pengurus Bank NTT kurang bekerja dengan baik, tetapi disumbang oleh  faktor eksternal.

Salah satunya adalah aturan Otorias Jasa Keuangan (OJK) tentang pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebagai upaya mengantisipasi normalisasi kebijakan mengenai restrukturisasi kredit perbankan. Pembentukan CKPN yang berpotensi menarik turun laba.

Tetapi kalau kita memperhitungkan dengan CKPN yang ada, sebenarnya laba juga sudah relatif memadai, tetapi itulah cadangan sebagai buffer supaya bank NTT tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Frans Gana.

Selain itu, tambah Gana, dewan komisaris juga mendorong Ban NTT mencapai Bank Devisi yang persiapannya membutuhkan waktu antara 1-2 tahun dan sudah diluncurkan sejak Desember 2023.  “Bank Devissa  merupakan ruang bagi Bank NTT untuk memperluas potensi pendapatan dari remitance dan beasiswa diplomatik, S1 hingga S3,” ujarnya.

Digitalisasi Bank NTT

Sementara itu, terkait digitalisasi, Gana menyebutkan  Bank NTT telah mencapai maksimalisasi digitalisasi sehingga menambah pendapatan sampai 40%.

Beberapa dorongan dari dewan komisaris terkait denan bidang kredit ialah Bank NTT perlu memberikan penghargaan bagi karyawan yang mencapai kredit yang optimal. “Kami juga mendorong agar teman-teman menerapkan atau tidak mentoleransi adanya fraud, yang melakukan fraud terlalu berat, dibawa ke penegak hukum,” ujarnya.  Selanjutnya, bagi karyawan yang berprestasi di bidang kredit akan diberikan penghargaan.

Pada kesempatan tersebut Eduard Gana bersama Dirut Bank NTT Alexander Riwu Kaho mengapresiasi jurnalis yang selama ini mengabarkan capaian-capain Bank NTT ke seluruh masyarakat.

“Kami berharap kemitraan kita dari kemarin hingga hari ini dan masa yang akan datang, terus kita dipererat, bergandengan tangan untuk kemudian kita menyampaikan apa yang terbaik yang dicapai oleh Bank NTT,” ujarnya. (gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.