Desember, Manutapen-Penkase Oeleta Terhubung Jembatan Gantung ‘Kali Nyonya’

  • Whatsapp
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan 'Kali Nyonya' Kota Kupang./Copyright; Lintasntt.com

Kupang–Kelurahan Manutapen dan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang bakal terhubung dengan jembatan gantung pada Desember 2018.

Nilai kontrak jembatan Rp3,2 miliar, belum termasuk rangka sekitar Rp10 miliar. Panjang jembatan 72 meter dan lebar 2 meter.

Dua kelurahan ini dipisahkan sebuah kali bernama ‘Kali Nyonya’ dengan kondisi curam dan terjal sehingga menyulitkan masyarakat di dua kelurahan tersebut.

Kesulitan akses terutama dialami siswa-siswi asal Kelurahan Manutapen yang bersekolah di SMA Negeri 8 dan SMP Negeri 14 yang terletak di Kelurahan Penkase Oeleta.

Lokasi Pembangunan Jembatan Kali Nyonya Kupang/Foto: Lintasntt.com
Lokasi Pembangunan Jembatan Kali Nyonya Kupang/Foto: Lintasntt.com

Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis bersama Kepala Balai Jalan Nasional X Mukhtar dan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore meletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung yang dibangun melintasi Kali Nyonya pada Sabtu (29/9) sore.

“Jembatan ini akan selesai dikerjakan sebelum perayaan natal dan akan menjadi kado natal bagi masyarakat Kota Kupang,” kata Fary Francis kepada wartawan.

Baca Juga :  Debit Air Ribuan Embung di NTT Menyusut Akibat Kemarau Panjang

Menurutnya perjuangan untuk membangun jembatan di wilayah itu dimulai sejak 2014. Saat berkunjung ke Manutepan dan Penkase Oeleta, Fary menyaksikan kesulitan warga yang bepergian antardua keluargan serta siswa yang bersekolah di SMA 8 dan SMP 14.

Mereka melintasi jalan setapak yang curam sebelum tiba di sekolah. Untuk meringankan kesulitan akses, ketika itu disepakati dibangun jembatan darurat.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis/Foto: Lintasntt.com
Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis/Foto: Lintasntt.com

Masyarakat bergotong-royong mengumpulkan material pasir, semen dan besi dan bersama-sama membangun jembatan darurat. Namun untuk jangka panjang, jembatan darurat tidak mampu bertahan, apalagi kondisi jalan terjal yang membahayakan warga.

“Sebagai Ketua Komisi V DPR RI, saya terus memikirkan bagaimana cara membantu warga di Alak. Di Kementerian PUPR kala itu tidak ada skim jembatan gantung. Sampai pada tahun 2017 karena aspirasi dan kebutuhan rakyat, Komisi V DPR RI dan Kementrian PUPR mendesain program jembatan gantung dan bisa ditangani oleh Direktorat Bina Marga Kementrian PUPR,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebanyak 169.332 Pelanggan di Pulau Timor Kembali Menikmati Listrik

Setelah pembangunan jembatan rampung, menurut Fary, akan didandani dengan berbagai ornamen dan lampu sehingga menarik. “Jembatan ini akan menjadi tempat peningkatan ekonomi warga dan wisata,” ujarnya.

Warga Kelurahan Manutapen, Semuel Leki Fani mengatakan selama ini warga dua kelurahan tersebut berjalan kaki melintasi sungai untuk pergi ke sekolah atau mengunjungi keluarga.

Namun, persoalan muncul pada musim hujan karena banyak siswa sekolah terpaksa libur karena tidak berhasil melintasi sungai karena banjir. Mereka baru bisa melintas jika banjir di kali mulai surut.

Setelah dibangun, selanjutnya kewenangan dan tanggungjawab pemeliharaan jembatan akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Kupang. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *