Deperindag Kota Kupang Gelar Pasar Murah

  • Whatsapp
Ilustrasi: Foto Lintasntt.com

Kupang–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) Kota Kupang, NTT mulai menggelar pasar murah  untuk mengantisipasi penaikan harga bahan kebutuhan pokok jelang idul fitri.

Pasar murah digelar selama satu minggu di enam kelurahan. Hari pertama pasar murah digelar di halaman Masjid Al Fitrah, Kelurahan Oesapa, Selasa (6/6/2017) melibatkan delapan distributor bahan kebutuhan pokok dan Bulog Devisi Regional NTT.

Read More

Warga yang berbelanja di lokasi pasar murah tidak hanya berasal dari umat muslim, tetapi juga warga dari umat lain. “Pasar murah ini diperuntukan bagi seluruh warga untuk mendapatkan sembako dengan harga murah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang Jeri Padji Kana kepada wartawan.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi NTT dan Nasional Sama-sama 5,01%

Di lokasi itu, Bulog menyediakan beras kualitas premium dengan harga Rp9.000 per kilogram (kg) jauh di bawah harga beras premium di pasar tradisional sebesar Rp11.500 per kg.

Sedangkan bahan kebutuhan pokok lainnya disediakan oleh distributor seperti telur dijual Rp45.000 per rak isi 30 butir, jauh dari harga telur di pasar sebesar Rp48.000 per rak.
Adapun harga gula sebesar Rp12.500 per kg, bawang merah Rp25.000 per kg dan minyak goreng Rp17.000 per kg.

Menurut Jeri, pemerintah Kota Kupang menyediakan anggaran sebesar Rp30 juta untuk membantu mensubsidi warga miskin di lokasi pasar murah. “Warga diberi kupon oleh pemerintah kemudian menukarkannya di lokasi pasar murah,” kata Dia.

Baca Juga :  OJK Goes to Campus Digelar di Kampus Undana

Sejak dibuka Selasa pagi, lokasi pasar murah diserbu warga. Mereka umumnya membeli telur, beras, minyak goreng, dan cabai.

Pada Rabu (7/6) pasar murah digelar di halaman Masjid Al Ikhlas Kelurahan Bonipoi, kemudiann pada Kamis (8/6) digelar di halaman Masjid Nurul Wathan Kelurahan Kuanin. Selanjutnya pasar mudah akan digelar di halaman Masjid Al Muhajirin Kelurahan Penfui, Masjid Nurul Mubin Kelurahan Namosain pada 10 Juni, dan terakhir Masjid Al Anshar, Kelurahan Penkase pada 12 Juni. (mi/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *