Debit Berkurang, PDAM Kupang Salurkan Air Bergilir

  • Whatsapp
Ilustrasi

Kupang–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulia menyalurkan air secara ke rumah penduduk menyusul kemarau panjang yang mengakibatkan debit sumber air berkurang.

Kabag Pelayanan Pelanggan PDAM Kabupaten Kupang Florence Bubu mengatakan penurunan debit terjadi di 30 sumber air yang dikelola PDAM. Penurunan debit sumber air telah mencapai 38,2%.

Read More

“Kami melakukan penjadwalan ulang distribusi air. Air yang dialirkan setiap hari dikurangi menjadi dua kali dalam minggu. Ada juga yang dikurangi menjadi satu kali dalam seminggu,” kata Florence Bubu, Senin (16/10/2017).

Baca Juga :  75% Orangutan di Kaltim Berada di Luar Kawasan Konservasi

Di antara sumber air tersebut, ada yang mengalami penurunan debit di bawah 50% seperti sumber air Oenaek di Kecamatan Fatuleu turun dari lima liter per detik menjadi dua liter per detik, serta sumber air Sagu I dan Sagu II masing-masing berkurang 70 liter per detik menjadi 40 liter per detik

Sumber air Oepura di Kelurahan Oepura, Kota Kupang yang merupakan salah satu sumber ari terbesar turun menjadi 20 liter per detik dari kapasitas terpasang 40 liter per detik. Begitu pula sumber air Baumata di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang turun dari 75 liter per detik menjadi 40 liter per detik.

Florence mengatakan distribusi air bergilir bertujuan seluruh pelanggan mendapat air bersih. “Kami juga memperbaiki pipa yang bocor untuk menambah tekanan air,’ ujarnya.

Baca Juga :  Kearifan Lokal Jadi Faktor Utama Pendukung Kawasan Perlindungan Laut

Menurutnya penurunan debit air biasa terjadi setiap musim kemarau. Kondisi ini terjadi karena NTT memiliki delapan bulan kering dan hanya empat bulan basah. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *