Coop TLM Indonesia Bantu Sumur Bor Untuk Masyarakat Sumlili

  • Whatsapp
Bantuan Sumur Bor untuk Masyarakat Sumlili

Kupang – Sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat di akhir tahun 2020 ini, Coop TLM Indonesia memberikan bantuan sumur bor kepada masyarakat di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT.

Awalnya, sumur bor yang dibangun halaman Gereja Bethania-Foenenok itu diberikan kepada anggota Coop TLM Indonesia Desa Sumlili yang berjumlah 58 orang, namun dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat setempat.

Read More


Manager SDM Coop TLM Indonesia, Elvys E Datty mengatakan saat ini sumur bor dimanfaatkan oleh
anggota kelompok SeSaMa yang berjumlah 58 orang. Mereka terbagi dalam tiga kelompok, menanam sayuran dan tanaman hortikultura lainnya, terutama pada musim kemarau, usaha anggota kelompok ini tidak berjalan dengan baik keterbatasan air.

Baca Juga :  Coop TLM Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Alor

Menurut Elvys, sumur bor tersebut mulai dibangun sejak 2-11 Desember 2020, dilanjutkan dengan pembuatan menara dan pemasangan listrik dilaksanakan mulai tanggal 15 Desember 2020 hingga 7 Januari 2021.

Bantuan Sembako untuk Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Tokoh Masyarakat Desa Sumlili, Yusael Ndun berharap bantuan dari Coop TLM tidak hanya dinikmati oleh anggota, tetapi seluruh masyarakat Desa Sumlili. “Kami sangat bersyukur karena selama ini kami kesulitan air bersih dan air untuk pertanian, dengan bantuan ini kami sangat tertolong dan mendapat kemudahan,” ujarnya.

Selain itu, Coop TLM juga menyalurkan bantuan sembako kepada 409 keluarga korban erupsi Gunung Ile Lewotolok di Lembata. Bantuan disalurkan mulai 12-18 Desember 2020 untuk

Baca Juga :  Rasio Efektivitas PAD Kota Kupang Capai 102,76 Persen

Masyarakat yang mendapatkan bantuan berasal dari dua Kecamatan yaitu Ile Ape dan Ile Ape Timur dan tersebar di 15 desa yaitu Desa Lamawara, Bunga Muda, Laranwutun, Lewotolok, Muruona, Kolontobo, Watodiri, Todanara, Lamatokan, Lamau, Kolipadan, Tagawiti, Beutaran, Petuntawa dan Jontona.

“Kami sangat bersyukur karena kepedulian Coop TLM Indonesia. Kami juga diberikan keringanan tidak membayar cicilan pinjaman selama masa pengungsian, bahkan kami juga masih diberikan bantuan sembako,” kata Lusia Luku, salah satu penerima bantuan yang juga anggota Coop TLM Indonesia

Lusia juga menyampaikan terima kasih kepada Coop TLM karena bersedia mengantar bantuan ke lokasi pengungsian yang jauh dari desa mereka. “Walaupun kami mengungsi di tempat yang jauh dan ongkos transportasi yang mahal, tetapi TLM mengantar bantuan sampai ke tempat kami,” jelas Lusia Luku. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *