Catatan Lakmas NTT: ‘Jurus Mabok’ OTT Satgas 53 Kejagung

  • Whatsapp

Kupang – Tanggal 23 Desember 2021 NTT di hebohkan dengan adanya Operasi Tangkap Tangan Tim Satgas 53 Kejaksaan Agung RI atas jaksa penyidik pada Kejaksaan Tinggi NTT.

Jaksa Penyidik yang menjabat sebagai Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT tersebut di tangkap saat berada di Rumah Seorang Pengusaha asal Kabupaten Timor Tengah Utara di kota Kupang.

Sesaat publik dibuat terpana, kaget dan kagum. Kejaksaan luar biasa, lakukan OTT atas jaksanya sendiri dan seorang Pengusaha.ini sejarah, untuk pertama kalinya sejak propinsi NTT berdiri , Kejaksaan RI melakukan OTT di NTT.

Sesaat setelah OTT satgas 53 Kejaksaan Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT melalui Kasi Penumkum Kejaksaan Tinggi NTT, menyampaikan ke Publik melalui media cetak, elektronik dan media online ” OTT Kepala Jaksa Penyidik Kejaksan Tinggi NTT atas sepengetaghuan dan ijin Kejati NTT. Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT Kundrat Mantolas SH. MH yang di OTT oleh Satgas 53 Kejaksaan Agung, karena yang bersangkutan lukukan perbuatan tercela. Dan kepala Kejaksaan Tinggi Sudah pernah ingatkan Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT tersebut.

Menurut Kepala Seksi Penkum kejati NTT, Pengusaha yang di datangi Kepala Seksi Penyidikan Kejati NTT Kundrat Mantolas, SH. MH tersebut tidak pernah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi NTT terkait suatu kasus apapun.

Namun setelah OTT dan akan dibawa ke Kejaksaan Agung di Jakarta, Pengusaha -Direktur PT. Sari Karya Mandiri -Hironimus Taolin yang di tangkap bersma Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT, Kundrat Mantolas SH. MH. Itu, katakan bahwa ” Dialah yang melaporkan kepala seksi penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT,Kundrat Mantolas, SH. MH ke Kejaksaan Agung karena sering di teror dan di peras oleh Jaksa Kundrat Mantolas SH. MH.

Senada dengan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Jaksa Agung RI melalui Kepala Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung RI, menyampiakn ke Publik bahwa Pengusaha yang diamankan bersama Kepala Seksi Penyidikan NTT itu, tidak pernah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi NTT terkait sesuatu kasus Apapun.

Namun berdasarkan jejak digital yang ada telah diberitakan media cetak dan mendia online bahwa pengusaha yang di OTT bersma kepala seksi penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT itu, pernah diperiksa oleh Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Negeri TTU atas dugaan korupsi pekerjaan peningkatan jalan dalam kota Kefa tahun angaean 2015 dengan pagu anggaran sebsar Rp. 10 milyar lebih di tahu 2019, namun satu minggu setelah Kepala seksi tindak pidana khusus Kejaksaan negeri TTU yang meminta perpanjangan waktu penyeludika selama 20 hari kepada kepala Kejaksaan negeri TTU , justru di pindahkan ke Kejaksaan negeri Lembata dan kasus tersebut mendendap tak jelas kelanjutan penegakan hukumnya.

Baca Juga :  Polda NTT Bekuk Bandar Besar Narkoba

Dikatkan oleh Kepala Seksi Penerangan dan hukum Kejaksaan Tinggi NTT maupun Kepala Penerangan dan hukum Kejaksaan Agung RI ,bahwa Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT tersebut di OTT oleh Satgas 53 Kejaksaan Agung RI berdasarkan Laporan Masyarakat karena melakukan Perbuatan Tercela.

Hal mana membuat publik berkerit Dahi dan bertanya, perbuatan tercela seperti apakah yang dilakukan oleh Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT , sehingga pemeriksaan atas Jaksa penyidik tersebut mesti dilakukan dengan sebuah operasi tangkap tangan?

Bukankah perbuatan tercela yang di sangkakan ke Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT telah di ketahui okeh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, bahkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT yang bersangkutan pernah di tegur?

Tidak mempankah mekanisme pemeriksaan infernal baik itu dengan pemanggilan sebagaimana diatur dalam Undang-undang ASN dan Peraturan Pemerintah Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan Jaksa Agung RI tentang Penanganan Disiplin jaksa lebih dikedepankan?

Mengapa harus pula melalui sebuah Operasi Tangkap Tangan, yang tentunya membutuhkan waktu pengamatan, pengintaian yang tidak singkat, bahkan mungkin melalui proses penyadapan dengan menggunakan biaya yang tidak sedikit pula?

Pinjam uang Natal

Apa sebenarnya perbuatan tercela yang terjadi? Bila di Tanggal 24 Desember 2021 dalam Temu Pers di Kota Kupang setelah kembali dari diperiksa di Kejaksaan Agung RI Jakarta, Pengusaha Direktur PT. Sari Karya Mandiri -Hironimus Taolin yang di OTT bersama Kepala seksi penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT Kundrat Mantolas, SH.MH, katakan, Dia-Hironimus Taolin,dan Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT Kundrat Mantolas SH. MH, berteman baik sudah lama, dan kedatangan Jaksa Kundrat ke rumahnya malam itu untuk meminjam uang Natal, sebesar Rp50.000.000(lima puluh juta rupiah) .

Dan menurut Pengusaha Direktur Perusahaan PT. Sari Karya Mandiri itu, Ini adlah pinjaman uang Natal yang ketiga kalinya dipinjam oleh Jaksa Kundrat Mantolas SH. MH darinya yaki yang pertama sebsar Rp10.000.009(sepuluh juta rupiah), kedua Rp25.000.000( dua puluh lima juta rupiah) dan semuanya telah di kembalikan oleh Jaksa Kundrat kepadanya, tanpa menyebutkan kapan dan di mana Jaksa Kundrat Mantolas SH. MH telah mengembalika uang yang telah dipinjamnya dari Pengusaha Direktur PT. Sari Karya Mandiri .

Baca Juga :  Kajari Rote Ndao Bungkam Soal Nasib Cornelis Feoh

Apakah memang pinjam meminjam uang Natal oleh Jaksa penyidik Kundrat Mantolas kepada pengusaha Direktur perusahaan PT. Sari Karya Mandiri -Hironikus Taolin tersebut mesti di amankan dengan sebuah Operasi tangkap tangan di akhir tahun anggaran 2021?

Lain di OTT lain di Periksa?

Di OTT nya Kepala Seksi penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT Kundrat Mantolas, SH. MH ini bak misteri tiba tiba lengap informasinya. Kejaksaan Tinggi NTT dan Kejaksaan Agung RI menutup Rapat rapat informasi, sejauh mana Penanganan Lanjutan OTT oleh Satgas 53 Kejaksaan Agung RI di tanggal 23 Desember 2021 Tersebut.

Di berita media muncul informasi baru lagi yang tak kalah hebohnya dengan, diperiksanya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten TTU Yanuarius Salem pada tanggal 5 Januari 2022 lalu oleh Kejaksaan Agung RI , sehubungan dengan adanya laporan masyarakat atas Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara Bendrid Foeh ke Kejaksaan Agung RI.

Dan akan menyusul diperiksanya sejumlah Pengusaha yang mengikuti Tender Projek Pembangunan Jembatan Naen Kabupaten TTU dengan Pagi Anggaran Rp19.000.000.000 (sembilan belas milyar) lebih, termasuk PPK, Panitia Projek dan Perusahaan Pemenang Tendernya.

Ini Langkah tak terduga ala “jurus mabok” Melakukan OTT atas Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT, sementara yang di laporkan adalah Kepala Seksi intelejen Kejaksaan Negeri TTU dan yang diperiksa adalah kepala Dinas PU, PPK, Panitia, para Pengushaa dan pemenang tender Projek pekerjaan jembatan Naen tahun anggaran 2021,

Apakah OTT atas kepala seksi penyidikan Kejaksaan tinggi NTT dan pengusaha Direktur PT. Sari Karya Mandiri, dan di laporkannya Kepala seksi intelejen Kejaksaan negeri TTU danndiperiskanya sejumlah bpihak di atas dalam pekerjaan jembatan naen senilai Rp19 miliar lebih oleh Kejaksaan Agung RI adlah dua peristiwa yang berbeda? Ataukah keduanya adlah sebuah bingkai kasus besar yang hendak diungkap Penegak hukum di gedung bundar Jakarta, dan aparatur Adhyaksa Kejaksaan Tinggi NTT yang berkantor di jalan El Tari Kota Kupang ini?

Publik yang berkepentingan memperoleh kejelasan infromasi yang wajib disampaikan oleh pihak Kejaksaan, menanti dengan segera agar adanya informasi yang tegas dan jelas atas ‘jurus mabok’ OTT Satuan Tugas 53 Kejaksaan Agung RI atas kepala seksi penyidikan Kejaksaan tinggi NTT Kundrat Mantolas SH. MH dan Pengusaha Direktur PT. Sari Karya Mandiri Hironimus Taolin di tanggal 23 Desember 2021 lalu itu. (Victor Manbait
Direktur Lakmas CW NTT)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *