Camat Oebobo Lantik Ketua RT dan RW Kelurahan Liliba

  • Whatsapp

Kupang – Camat Oebobo Paulus Kajo Werang, SE, mengatakan dalam struktur pemerintahan daerah, para lurah dengan perangkan terendah, seperti rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sering diberi stigmatisasi sebagai ujung tombak pelaksanaan program pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Untuk mengimplementasikan stigmatisasi itu, maka perangkat RW/RT, perlu dipilih dan ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) dari setiap lurah di kelurahannnya, sesuai dengan tata urutan perundang-undangan dan strukturisasi birokrasi pemerintahan daerah, sebagimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1996, Tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang dan UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Perundang-Undangan terkait lainnya,” kata Camat Paulaus di Kupang, Jumat (7/1).

Camat Paulus mengatakan hal itu, ketika melantik dan mengambil sumpah 16 Ketua RW dan 52 Ketua RT dalam Kelurahan Liliba, Kematan Oebobo, Kota Kupang, di Pelataran Kantor Lurah Liliba.

“Jujur, saya tertegun bahkan sempat gugub memberikan sambutan ini, karena selama menjadi Camat di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, baru pertama kali melantik orang dengan atribut pakaian motih lengkap bernuansa budaya dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur ini,” katanya saat menyapa audien dengan sapaan dan salam toleransi keagamaan.

Untuk itu, Camat Paulus, mengapresiasi kreativitas dan inovasi dari Lurah Liliba Viktor A. Makoni bersama staf di Kelurahan Tangguh Covid19 ini.

Lebih lanjut Camat Oebobo Paulus yang saat itu didampingi Lirah Liliba, Ketua LPM, Drs Apolonius Nurak, Babimkamtibmas dan Babinsa Liliba itu mengingatkan, kehadiran para Ketua RW dan RT dengan pakaian nuansa budaya itu agar komitmen dan sigap pada saat akan melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya ditengah warga dan masyarakatnya.

Konkritnya, kata Camat Paulus, para Ketua RT dan RW harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhan dan persoalan warganya, ketimbang pihak Kelurahan.

“Jangan sampai Lurahnya yang lebih dahulu mengetahui berbagai persoalan warga, ketimbang ketua RT dan RW-nya. Artinya, jangan sampai jabatan yang disandang hari ini, harus dipertanggungjawabkan kepada atasannya yaitu, Lurah dengan selalu melakukan controling, evaluasi yang partisipatif sesuai dengan komitmen pakta integritas yang disepakati bersama setelah dilantik,”kata Putra Flores ini.

Baca Juga :  Prananda Paloh Lantik 1.000 Pengurus Garda Pemuda Nasdem di Fatuleu

Sementara itu, Lurah Liliba, Viktor A Makoni, S.Sos, kepada wartawan, usai pelantikan itu, menegaskan, para Ketua RT dan RW itu bakal menandatangani pakta integritas untuk siap bekerja 24 jam melayani warga.

“Jika tidak mampu maka segera mengundurkan diri.Hari Selasa tanggal 11 Januari 2022 nanti, kami akan gelar rapat perdana dan melakukan penandatanganan pakta integritas. Ini dilakukan untuk menunjukan komitmen kita yang sudah dipilih oleh warga untuk bekerja melayani warga. Jika tidak mampu maka sebaiknya mengundurkan diri,” sebut Lurah Liliba.

Lurah Makoni lebih lanjut mengatakan, selama 3 tahun memimpin sekirat 19.800 warga Kelurahan ini, dirinya memantau kemampuan para Ketua RT dan RW di Kelurahan Liliba.

Sehingga pakta integritas itu, dimaksudkan, jika para RT/RW ini. memliki kemampuan yang baik akan dipertahankan dan jika tidak maka dihimbau untuk diganti.

“Tetapi pergantian tetap sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) sebagai pedoman, karena mereka yang terpilih dan dilantik ini diperisapkan untuk menghadapi Pemilu 2024 baik Pilpres, Pileg dan Pilkada yang membutuhkan kerja keras dan kerja ekstra serta stamina yang kuat,” katanya.

Seperti disaksikan, dari 16 ketua RW dan 52 Ketua RT di Kelurahan Liliba yang dilantik terdapat delapan orang perempuan yang terpilih mengalahkan laki-laki yang bertarung.

Menurut Lurah Makoni, para perempuan yang terpilih menjadi Ketua RT itu punya kapasitas yang sangat potensial. “Mereka menjadi Ketua RT melalui pemilihan dan lawanya adalah laki-laki.

“Kemampuan mereka sangat bagus. Bahkan di RW 4, ada tiga RT yang ketuanya perempuan. Mereka juga majelis dan ketua koordinator rayon sehingga sangat relevan antara Gereja dan Pemerintah. Juga, para suami mereka memberikan dukungan penuh,” katanya.

Baca Juga :  Pengungsi Gunung Ile Lewotolok Capai 4.628 Orang

Lurah Makoni menambahkan, prioritas kerja para Ketua RT dan RW yang baru dilantik adalah wajib mendata ualang semua Kepala Keluarga dan warga di wilayahnya masing-masing. “Harus fotocopy KK dan KTP semua warga di wilayahnya dan jadikan arsip di RT dan RW. Sehingga ketika ada bantuan atau program yang disasar tinggal didistribusikan,” ujarnya.

Selain itu semua Ketua RT dan RW menjadi Tim Satgas Tangguh Kelurahan Liliba, sehingga jika ada masalah tentang keamanan di setiap wilayah maka menjadi tanggungjawab para Ketua RT dan RW.

“Kalau tidak bisa ditangani baru diinfokan ke Lurah untuk bersama tim turun, karena RT dan RW dipilih oleh warga bukan ditunjuk oleh Lurah,” tegasnya.

Ditambahkan Lurah Viktor, para Ketua RT dan TW juga diminta membuat jadwal kerja baik untuk basmi Demam Berdarah, juga mencari anakan untuk ditanam ulang di tempat kosong di wilayah Kelurahan Liliba. “Soal Penanganan Covid-19, para Ketua RT dan RW semua masuk dalam Tim Satgas Covid yang dipimpin langsung saya sebagai Ketua Satgas Kelurahan,” katanya.

Ia menegaskan Camat Oebobo, telah mengingatkan para Lurah untuk aktif menggerakkan warga melakukan vaksinasi agar segera mencapai 100% dari capaian 90 persen hingga akhir 2021 lalu.

Sedangkan Ketua Panitia PElaksana Pelantika 16 Ketua RW dan 52 Ketua RT di Kelurahan Liliba periode 2022-2025, Dany Nabuasa, terpisah mengatakan, telah bekerja maksimal secara tim, sehingga pelaksanaan pelantikan berjalan lancar dan sukses.

“Semua itu karena kerjasama tim yang solid dan kokoh dengan tetap mendengarkan dan mengikuti arahan Bapa Lurah Liliba, Viktor A Makoni sebgai Pelindung dan Pengarah,” pungkasanya dibenarkan Sekretaris Lurah Liliba,  Dince Mandala. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *