BPS Deteksi 20 Warga Timor Leste Masuk RI Diduga Lewat Pintu Tidak Resmi

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Pintu Perbatasan Motaain/Foto:Lintasntt.com

Kupang – Lewat Big Data Mobile Positioning Data (MPD), Badan Pusat Statistik (BPS) mendeteksi 20 wisatawan asal Timor Leste berada di wilayah Indonesia selama Juli 2020.

Rata-rata menginap puluhan wisatawan itu selama 4,25 hari.

Read More

“Wisatawan mancanegara itu terdeteksi dari handphone-nya, barangkali dari pintu yang lain,” kata Kepala BPS Nusa Tenggara Timur (NTT) Darwis Sitorus dalam jumpa pers di Kupang, Selasa (1/9).

Pasalnya sejak April sampai awal September 2020, tidak ada wisatawan mancanegara yang masuk ke wilayah Indonesia lewat pintu perlintasan resmi di Atambua, Kabupaten Belu, akibat dari penutupan pos lintas batas terkait pandemi korona.

Baca Juga :  Transmisi Lokal di Kota Kupang Tidak Terkendali, TTU jadi Zona Merah

Sementara itu wisatawan nusantara yang masuk ke NTT selama Juli 2020 sebanyak 13.229 orang dengan rata-rata menginap selama 1,52 hari. Menurut Darwis, kunjungan wisatawan mancanegara tersebut mengindikasikan masyarakat sudah mulai bergerak namun tetap menjalankan protokol kesehatan.

Adapun tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di NTT terus membaik. Pada Mei 2020 TPK hotel 11,57%, namun pada Juni naik menjadi 19,69% dan naik lagi menjadi 27.15% pada Juli 2020. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *