BPP GMIT Jakarta Peduli Pendidikan di NTT

  • Whatsapp
Ketua Panitia Diakonia Natal BPP GMIT Jakarta tahun 2020, Letkol Pas Helmi Ardiyanto Nange S.E.,M.M (kanan), Kol Nelson M Noak (kedua kanan), Ketua Umum BPP GMIT Jakarta, Kol. Adm. Thontje Samadara, ST (kiri) dan Penasihat BPP GMIT Jakarta Ir. Fary Djemy Francis, M.M.A (kedua kiri) berpose bersama perwakilan penerima bantuan di Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Jakarta- Badan Pengurus Perwakilan (BPP) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jakarta melakukan aksi peduli pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui diakonia Natal tahun 2020.

Aksi peduli ini dilakukan dengan memberikan bantuan bahan pokok makanan dan donasi uang untuk mahasiswa dan anak panti asuhan asal NTT di di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Selain itu, panitia Diakonia Natal BPP GMIT Jakarta juga akan memberikan bantuan sejumlah buku untuk para pelajar SD di Alor, NTT.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa asal NTT dan anak panti asuhan yang dilaksanakan di aula gedung Asabri Jakarta, Sabtu (23/1/2021). Acara ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sedangkan, bantuan buku yang terkumpul akan dikirimkan langsung ke SD di Alor, NTT.

Ketua Panitia Diakonia Natal BPP GMIT Jakarta tahun 2020, Letkol Pas Helmi Ardiyanto Nange S.E.,M.M mengatakan, bentuk diakonia atau pelayanan kasih kepada dunia pendidikan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian diaspora NTT di Jabodetabek terhadap pendidikan anak-anak NTT, baik yang berada di Jabodetabek maupun di NTT. Aksi ini, tuturnya, tidak hanya mendapat dukungan dari para diaspora NTT di Jabodetabek, tetapi juga oleh sejumlah orang non-NTT yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Sebagaimana diketahui, saat ini lebih dari 200 sekolah dasar di bawah naungan GMIT yang tersebar di berbagai pelosok NTT sama sekali tidak memiliki buku pegangan untuk para siswa. Hal ini sangat menyulitkan mereka dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, di Jabodetabek terdapat ratusan mahasiswa asal NTT yang sedang menuntut ilmu. Di antara mereka, banyak yang terdampak pandemi Covid-19 dan sangat membutuhkan bantuan.

Baca Juga :  Pemerintah Pindahkan Ibu Kota Mulai 2018

Oleh karena itu, kata Helmi Nange, panitia Natal BPP GMIT memutuskan untuk melakukan diakonia Natal dengan memberikan bantuan bahan pokok makanan dan uang tunai untuk mendukung para mahasiswa asal NTT dan anank-anak panti asuhan yang ada di Jabodetabek.

Dia mengatakan, dalam aksi peduli kali ini, panitia menyerahkan bantuan kepada 131 mahasiswa asal NTT dari 10 kampus yang ada di Jabodetabek dan 7 anak panti asuhan di Gunung Sindur, Bogor.

Selain itu, kata Helmi Nange, panitia juga akan mendistribusikan sekitar 5.000 buku bacaan dan buku pelajaran untuk anak-anak SD di Kabupaten Alor, NTT. Diharapkan donasi buku-buku ini bisa memperkaya pengetahuan anak-anak SD di Alor, NTT.

Ketua Umum BPP GMIT Jakarta, Kol. Adm. Thontje Samadara, ST menambahkan, BPP GMIT akan terus menggalang donasi buku, baik buku bacaan maupun buku pelajaran anak-anak SD untuk bisa disebar ke berbagai sekolah di pedalaman NTT. Sebab, hingga saat ini masih banyak pelajar SD di NTT yang sangat membutuhkan buku-buku tersebut untuk mendukung proses belajar mengajar mereka.

Ia juga menyampaikan bahwa terkait dengan aksi peduli ini, ada juga sejumlah donasi berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang akan disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan di NTT.

Baca Juga :  5 Kapal Perang Indonesia Siaga di Perairan Natuna

Sementara itu, Penasihat BPP GMIT Jakarta Ir. Fary Djemy Francis, M.M.A menandaskan, aksi peduli pendidikan ini sudah tepat dilakukan karena masa depan bangsa sangat bergantung pada pendidikan anak-anak. Karena itu, ia mengharapkan aksi peduli pendidikan tersebut harus terus digalakkan. Bahkan, ia mengharapkan, ke depan bisa terbentuk perpustakaan desa sehingga masyarakat di NTT bisa mendapatkan bahan bacaan untuk memperkaya pengetahuan mereka.

Sedangkan, Ketua Umum Sinode GMIT Pdt Dr Mery Kolimon dalam suara gembala Majelis Sinode GMIT menegaskan, di tengah pandemi ini umat Kristen harus hadir membawa pesan Natal di mana Tuhan hadir dan datang ke dunia agar manusia memiliki harapan. Karena itu, sudah sepatutnya umat Kristen menjadi pembawa kabar suka cita dan tanda kebaikan kasih Tuhan bagi sesama.

“Kehadiran dan uluran tangan kita kepada sesama yang membutuhkan, sesungguhnya adalah makna kehadiran Sang Imanuel itu sendiri. Itulah wujud kehadiran Tuhan melalui karya nyata kita bagi sesama yang membutuhkan,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap lewat tanda kasih yang diberikan tersebut bisa menjadi penguatan bagi mereka yang menerimanya. Ia juga mengajak seluruh warga dan diaspora GMIT untuk terus berdoa agar Tuhan memulihkan bangsa ini dari pandemi Covid-19. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *