BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi NTT 2023 Hingga 5,11%

  • Whatsapp
Foto: Bank Indonesia KPW NTT

Kupang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerah itu pada 2023 berada pada kisaran 4,31-5,11%.

Sedangkan inflasi akan kembali ke dalam sasaran 3,0 plus minus 1 pada 2023. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Donny H. Heatubun menyebutkan, di tengah gejolak ekonomi global dan nasional yang belum mereda, ekonomi NTT terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik.

Read More

“Pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat pada 2024, didukung oleh peningkatan sektor investasi, konsumsi dan fiskal di tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat,” ujar Donny Heatubun dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Perwakilan NTT di Kupang, Rabu (30/11/2022).

Donny mengatakan, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) diprakirakan menurun dan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada 2023, dengan inflasi inti akan kembali lebih awal pada paruh pertama 2023.

Hal tersebut karena tetap terkendalinya inflasi harga impor (imported inflation) dengan nilai tukar Rupiah yang stabil dan respons kebijakan moneter yang front loaded, pre-emptive, dan forward looking.

DIa mengatakan, koordinasi kebijakan yang erat dengan pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), berkontribusi kuat pada terkendalinya inflasi. Sinergi dan inovasi merupakan kunci dari prospek kinerja ekonomi NTT pada 2023 yang akan melanjutkan ketahanan dan kebangkitan ekonomi.

Penjabat. Sekretaris Daerah NTT, Yohanna E. Lisapaly mengatakan untuk melanjutkan momentum pemulihan ekonomi NTT, harus tetap menjaga sinergi, serta berinovasi untuk memperkuat ketahanan dan kebangkitan menuju NTT maju.

Hal itu sejalan dengan Tema Pertemuan Tahunan Bank Indonesia pada Tahun 2022. Dia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung lima pilar strategi pemulihan ekonomi yang diwujudkan melalui, membuka sektor produktif dan aman; mendorong pembiayaan yang terintegrasi, melanjutkan kolaborasi pemerintah dengan Bank Indonesia serta Lembaga jasa keuangan, mendorong percepatan realisasi anggaran, serta mendukung iklim investasi yang kondusif melalui sinergi bauran kebijakan.

Pada kesempatan tersebut, Kantor Perwakilan BI NTT menyerahkan apresiasi kepada lima mitra dan enam responden terbaik. Adapun Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT menerima apresiasi sebagai mitra strategis terkolaboratif edukasi Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah.

Saat ini Bank NTT mengelola delapan kas titipan Bank Indonesia yang merupakan kas titipan terbanyak di Indonesia. Dengan demikian, Bank NTT turut membantu Bank Indonesia melakukan edukasi cinta, bangga dan paham rupiah kepada masyarakat agar memberlakukan uang rupiah secara bijak. (mi)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.