BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi NTT Kuartal III-2020 Positif

  • Whatsapp
Kepala BI Perwakilan NTT I Nyoman Ariawan Atmaja /Foto: Lintasntt.com

Kupang – Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja menyebutkan pertumbuhan ekonomi daerah itu pada kuartal III 2020 akan tumbuh positif.

Sebelumnya pada kuartal I 2020 pertumbuhan ekonomi NTT 2,84%, namun mengalami mengalami kontraksi pada kuartal II 2020 sebesar 1,96% akibat pandemi covid-19.

Read More

“Perkiraan pertumbuhan ekonomi kita kuartal III kisarannya adalah di atas nol tetapi di bawah 1,” katanya di Kupang, Senin (7/9).

Dia menyebutkan, risiko NTT mengalami resesi sangat kecil lantaran upaya-upaya pemulihan ekonomi yang terus dilakukan pemerintah daerah bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kupang.

Baca Juga :  Frans Lebu Raya: NTT Berhak atas Bagian di Blok Migas Masela

Salah satu upaya yang saat ini mulai dilakukan BI Perwakilan NTT ialah business matching (temu bisnis) antara pelaku UMKM dan perbankan. Kegiatan ini dilakukan karena mulai 2021, tambah Dia, pemeriantah mengeluarkan kebijakan akan ada dana pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp365 triliun. Selain itu, hampir 99% pelaku ekonomi di NTT adalah UMKM dengan kontribusi terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sebesar 65%.

“Sudah ada beberapa skim seperti sudah dibebaskan, bantuan modal Rp2,4 juta, dan ada ragam relaksasi kredit yang dilakukan perbankan,” ujarnya.

Menurutnya, BI terus mendorong agar sektor-sektor ril menangkap kredit pemulihan tersebut sehingga dengan sendirinya sektor UMKM bergerak dengan baik, menyerapa tenaga kerja dan berproduksi.

Baca Juga :  Petani TTU Panen Jagung Lamuru

Tentunya yang akan menjadi permasalahan, menurut Dia ialah siapa yang membeli produk yang diproduksi tersebut.

“BI mengajak masyarakat untuk membeli produk tetapi ada keterbatasan sehingga kita mendorong pengeluaran pemerintah daerah untuk menstimulus uang beredar di masyarakat sehingga masyarakat mampu berbelanja dan mendorong pemerintah daerah membeli baang dan jasa yang diproduksi UMKM,” ujarnya. (sumber: mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *