BI Perluas Pengunaan QRIS ke Pasar Tradisional Di NTT

  • Whatsapp

Kupang – Perwakilan Bank Indonesia (NTT) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memperluas cakupan penggunaan kode respons cepat atau QR Code Indonesia Standard (QRIS) ke pasar tradisional di daerah itu.

Kegiatan diawali dengan peresmian Program Sehat, Inovatif, Aman dan Pakai (SIAP) QRIS di Pasar Tradisional Oebobo Kota Kupang dan sebuah pusat pembelanjaan, Kamis (16/12). Kegiatan tersebut dirangkai dengan promo pengalaman bertransaksi dengan QRIS natal dan tahun baru.

Read More

Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menyebutkan untuk tahap pertama, QRIS hanya difokuskan pada Pasar Oebobo dan mal.

“Ke depan, pasar siap QRIS juga akan diperluas sehingga dapat dilakukan pada 28 komunitas pasar tradisional se-NTT,” kata Ariawan saat peresmian program SIAP yang dipusatkan di Kantor BI Perwakilan NTT.

Baca Juga :  Ayo, Nikmati 'Basong', Bakso Kaki Lima Ala Hotel Aston Kupang

Pada 28 pasar tradisional tersebut Bank Indonesia telah melakukan onboarding QRIS kepada pedagang pasar, serta memberikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), yang salah satunya berupa perangkat router wifi dan biaya berlangganan selama satu tahun sehingga pedagang dan pengunjung dapat terbiasa melakukan transaksi pembayaran secara digital dan mendukung program SIAP QRIS.

Selain itu, memanfaatkan momen peningkatan konsumsi masyarakat pada natal dan tahun baru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT bekerjasama dengan penyedia jasa pembayaran juga meluncurkan Program Pengalaman Bertransaksi dengan QRIS natal dan tahun baru. “Program ini berupa promo berbelanja menggunakan QRIS dalam pembayaran dengan tagline ‘Yuk Belanja Pakai QRIS’ mulai 16 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022,” tambahnya.

Baca Juga :  NTT Gelar Komodo Fair

Dia berharap sinergi program yang kami lakukan dapat mendorong perluasan dan akseptansi transaksi digital (QRIS) di masyarakat sebagai alat pembayaran yang higienis, cepat mudah, murah, aman dan handal serta mendorong pemulihan ekonomi masyarakat khususnya pedagang di NTT.

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man mengatakan sebanyak 89.000 UMKM di NTT telah mengunakan QRIS, sebanyak 7.900 di antaranya memakai user QRIS di Kota Kupang. Menurutnya, transaksi dngan QRIS sangat penting karena mengurangi kontak langsung dengan uang serta terhindar dari covid-19. (*/mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *