Besok, Forum Komunikasi Tite Hena Bali Dideklarasikan

  • Whatsapp
Tite Hena

Denpasar – Upaya masyarakat Flores Timur dan Lembata di Bali untuk memberikan kontribusi pada kehidupan mereka di Bali dan memberikan sumbangsih dalam kemajuan daerahnya Flores Timur dan Lembata serta membuat komunikasi antar warga Flores Timur dan Lembata di Bali  lebih dinamis akhirnya membentuk Forum Komunikasi (Forkom) TITE HENA.

Rencananya Forkom Titehena ini akan dideklarasikan di Bali tepatnya di Hotel Mercure Sanur pada Minggu, 27 Pebruari 2022. Sekretaris Panitia Deklarasi, Apolonaris Daton yang akrab disapa Polo yang ditemui di sela – sela kegiatan bersih – bersih Pantai Mertasari Sanur dalam rangka ‘Road to Declarasi Forkom Titehena’ membenarkan hal tersebut.

“Kita sudah siap untuk deklarasi besok (Minggu,27 Pebruari 2022, red.). Sekitar 100 lebih masyarakat Flores Timur dan Lembata dipastikan hadir di Hotel Mercure Sanur untuk deklarasi ini secara offline. Sebetulnya banyak masyarakat Flores Timur dan Lembata pingin hadir di acara ini, cuma pihak hotel  membatasi karena masih dalam situasi pandemi covid 19,” tegas Polo.

Baca Juga :  Puluhan Orang Terjaring Razia Masker saat Melintas di Liliba

Selain masyarakat Flores Timur dan Lembata di Bali, sejumlah tamu VIP juga sudah dipastikan akan hadir antara lain Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo, Usman Kansong.

“Pak Dirjen IKP secara istimewa kita daulatkan untuk menyampaikan orasi kebudayaan,” tegas Polo.

Selain Dirjen IKP sejumlah tamu VIP lainnya juga sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir seperti Wagub Bali, Cok Ace, Ketua LL Dikti Bali, Prof. Dasi Astawa, Ketua PN Gianyar, Ketua PN Semarapura, Ketua PN Buleleng, Ketua PN Amlapura, Waka PN Tabanan, Dirut PT Bhakti Rahayu Grup, Founder Queen Tandoor serta sejumlah tamu penting lainnya.

Selanjutya Polo yang juga Redpel Pos Bali dan lahir di kaki Gunung Ile Mandiri ini mengatakan organisasi adalah hanya alat atau media untuk menabur kebaikan, membantu warga dan sesama anggota yang kurang mampu. Bantuan itu tak selama mesti dalam bentuk materi atau uang.

Baca Juga :  Rasio Desa Berlistrik di Flores Mencapai 94,7%

Bisa juga dalam bentuk informasi dan akses yang kita semua miliki. Membuka komunikasi antar anggota tanpa mesti memandang status sosial. Organisasi tak boleh jadi identik dengan seseorang, papar Polo mengakhiri pembincangan di Pantai Mertasari Sanur. (*/rilis)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *