Berwisata ke Kampung Bena, Cukup Scan Qris Bank NTT

  • Whatsapp
Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho Berkunjung ke Kampung Bena/Foto: Humas Bank NTT

Aimere – Selaras dengan motto Melayani Lebih Sungguh, Bank NTT terus melakukan berbagai terobosan guna menjawab kepuasan layanan bagi segenap nasabah dan masyarakat NTT.

Seperti terlihat di kampung Wisata Budaya Bena di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.

Read More


Ketika menginjakkan kaki memasuki gerbang kampung wisata Budaya Bena, para pengunjung akan langsung mendapatkan sebuah rumah sebagai pusat informasi bagi para pengunjung untuk bisa mengetahui lebih jelas asal usul dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki.

Cukup dengan melakukan scan barcode pada papan informasi yang telah disiapkan oleh Bank NTT, pengunjung langsung akan mendapatkan informasi secara detail tentang kampung wisata Budaya Bena. Kampung Wisata Budaya Bena sudah menjadi binaan Bank NTT, sejak 24 Maret 2021.

Kampung wisata budaya Bena Bajawa merupakan sebuah perkampungan megalitikum dengan susunan rumah yang unik. Setiap rumah tersusun rapi dan saling mengelilingi membentuk huruf U dengan posisi di tengah-tengah merupakan tempat upacara adat digelar dan sebuah bangunan yang merupakan simbol leluhur diletakkan.

Di tengah-tengah desa terdapat sebuah bangunan yang biasa disebut oleh masyarakat lokal Bena, nga’du dan bhaga. Nga’du yang artinya simbol nenek moyang laki-laki dan bentuknya menyerupai sebuah payung dengan bangunan bertiang tunggal dan beratap serat ijuk, hingga bentuknya mirip pondok peneduh.

Baca Juga :  BI Perluas Pengunaan QRIS ke Pasar Tradisional Di NTT

Tiang ngadhu biasa dari jenis kayu khusus dan keras karena sekaligus berfungsi sebagai tiang gantungan hewan kurban ketika pesta adat.

Sedangkan bhaga berati simbol nenek moyang perempuan yang bentuknya menyerupai bentuk miniatur rumah. Desa Bena terletak di puncak bukit dengan latar belakang Gunung Inerie sungguh membuat suasana Desa Bena semakin asri dan eksotis.

Penduduk di sini bekerja sebagai petani dan para wanita Desa Bena biasanya lebih sering terlihat menenun kain khas Flores yang nantinya dijual ke wisatawan dengan kisaran harga mencapai 300 ribuan.

“Para pengunjung bisa melakukan pembayaran menggunakan QRIS Bank NTT tanpa harus menggunakan uang tunai,” sebut Dirut Bank NTT Harry Aleksander Riwu Kaho ketika mendampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi Kampung Adat Bena, Jumat (15/4/2022).

Gubernur Laiskodat ketika mengunjungi para pelaku UMKM di Kampung Adat Bena dan membeli dagangan para pelaku UMKM berupa tenunan yang merupakan karya intelektual para wanita di Kampung Adat Bena, nampak terkesima melihat mama-mama di kampung adat Bena begitu akrab dengan layanan digitalisasi Bank NTT.

“Semua penghuni Rumah Adat di Kampung Bena ini menggunakan Mobile Bangking dan bayarnya menggunakan QRIS Bank NTT,” sebut Emanuel Sebo, Ketua Pengelola Pariwisata Kampung Adat Bena kepada Gubernur Laiskodat.

Saat itu, Gubernur Lasikodat ketika mengunjungi semua rumah adat di kampung itu selalu membeli setiap jualan yang disajikan di semua rumah adat.

Gubernur Laiskodat yang saat itu didampingi Wakil Ketua DPRD NTT Christian Mboeik memerintahkan Kepala Dinas Pariwisata Dr. Zet Sony Libing agar mendesain paket wisata ke Bena dalam momentum atraksi Reba yang akan berlangsung pada tanggal 27-29 Desember 2022 mendatang.

Baca Juga :  PLN Goes to School di SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 1 Maumere

“Harus didesain paket wisata ke Bena dan dijual paket sehingga segala kebutuhan wisatawan yang hendak mengikuti upacara Reba terlayani dengan baik selama mengikuti upacara Reba, termasuk pakian adat yang dikenakan seluruh peserta. Ini akan membawa dampak perekonomian yang besar bagi masyarakat Kampung Adat Bena dan Kabupaten Ngada pada umumnya,” sebut Gubernur Laiskodat.

Kunjungan Gubernur Laiskodat ke Kampung Adat Bena itu merupakan rangkaian kunjungan kerja (Kunker) di Lembata dan daratan Flores selama 17 hari sejak Kamis (7/4/2022).

Gubernur didampingi Dirut Bank NTT Harry Aleksander Riwu Kaho dan dua Direktur diantaranya Paulus Stefen Messakh, dan Hilarius Minggu, Staf Khusus Prof. Daniel Kameo, Dr. Imanuel Blegur, H. Anwar Pua Geno, Esau Eno Sam Koene dan Bartol Badar.

Selain itu didampingi juga para pimpinan OPD diantaranya, Kadis PUPR Maksimus Nenabu, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Lecky F. Koli, Plt. Kadis Perikanan dan Kelautan Gorge Hadjo, Kadis Kopnakertrans Silvy Pekudajawa, Kadis Pariwista Dr. Sonny Libing, Kaban Pendapatan dan Aset Daerah Aleks Lumba, Kadis Perhubungan Iszhak Nuka, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinana Terpadu satu Pintu, Marianus Djawa, kadis PMD Viktor Manek, Karo Adminstrasi Pimpinan Setda NTT Prisilia Parera dan sejumlah pejabat lain. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *