Bertemu CCI, HIPMI Kota Kupang Jajaki Peluang Pelayaran Langsung ke Timor Leste

  • Whatsapp
Yusak Benu Berbicara dalam Pertemuan dengan CCI Timor Leste

Dili – Ketua Umum HIPMI Kota Kupang, Yusak Benu termasuk salah satu dari 10 delegasi dari NTT yang menghadiri pelantikan Presiden Timor Leste, Ramos Horta, Kamis (19/5/2022) malam.

Delegasi dari NTT antara lain Dirut Bank NTT Hary Alexander Riwu Kaho dan Ketua Umum Kadin NTT Bobby Lianto.

Read More


Kedatangannya delegasi dari NTT ke Timor Leste bukan hanya menghadiri pelantikan presiden, melainkan menghadiri pertemuan dengan Kadin Timor Leste atau Camara Comercio Indústria (CCI). Pertemuan digelar pada Jumat (20/5/2022).

Dalam pertemuan itu, Yusak menyampaikan adanya kerja sama di bidang maritim yakni peluang membuka pelayaran langsung dari Kupang ke Dili mengunakan Kapal Motor Garda Maritim.

Baca Juga :  Kapal Fery Baru, KMP Garda Maritim 3 Layari Rute Kupang-Rote

“Kami siap menginvestasikan kapal Garda Maritim jika adanya bantuan dalam proses perijinan,” katanya dalam pertemuan tersebut. Yusak juga mengajak Timor Leste untuk berinvestasi dalam energy terbarukan sebagai bahan baku pengganti batu bara.

Dalam pertemuan tersebut, Kadin NTT juga membahas beberapa peluang investasi yakni ingin menjadikan NTT-Timor Leste seperti Singapore-Batam, free trade zone di perbatasan, penghapusan visa, membenahi permasalahan traffic di Imigrasi, suplai pakan ternak dan perdagangan.

President of CCI Timor Leste, Oscar Lima menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi pengusaha negara tersebut. Para pengusaha ingin membawa kendaraan mereka ke Kupang untuk membeli barang-barang yang mau dijual kembali di Timor Leste. Namun, permintaan itu belum dibahas pemerintah kedua negara.
“Saya sudah dua kali sampaikan kepada Menteri Luar Negeri, tetapi belum ada perkembangan,” kata Dia.

Baca Juga :  Telkomsel Imbau Pelanggan Waspada Penipuan

Jika pengusaha Timor Leste bisa pergi ke Kupang, ia yakin harga barang di negara itu akan turun karena ongkos transportasnya murah. Selama ini, pengiriman bahan-bahan kebutuhan pokok dilakukan pengusaha Indonesia melewati perbatasan ke Dili. “Karena ongkos transpor mahal, mereka tidak bisa bersaing di sini,” kata Oscar Lima. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *