Bebaskan UMKM dari Rentenir, Dirut Bank NTT Sarankan Pemerintah Tambah Subsidi Bunga

  • Whatsapp
Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho/Foto: Lintasntt.com

Kupang – Direktur Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho menyarankan kepada pemerintah kabupaten dan kota di NTT menambah subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 1% demi membebaskan pelaku UMKM dari jeratan rentenir.

Seperti diketahui, pemerintah telah memperpanjang subsidi bunga KUR 3% sampai Juni 2022 dari sebelumnya 6%. Dengan demikian, pelaku UMKM cukup membayar bunga 3%.

Read More


“Kalau ada subsidi tambahan 1% maka modal subsidi itu akan memberikan dia (pelaku UMKM) kekuatan untuk menyelesaikan permasalahannya dengan rentenir maupun lembaga pembiayaan sebelumnya dengan bunga yang tinggi,” katanya dalam talkshow bertajuk ‘Gubernur Bicara Jika Saya Jadi UMKM’ yang digelar Bank Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga :  Total Klaim BPJS Kesehatan NTT Rp295,967 Miliar

Harry mengatakan, hampir 50-60% pelaku UMKM masih terbelenggu pada program kredit lembaga pembiayaan atau rentenir sehingga akses mereka untuk ikut dalam program tanam jagung panen sapi (TJPS) terkendala.

“Harus kita temukan solusi bagaimana ada stimulus yang membuat mereka bisa ikut dalam ekosistem ini karena sudah teruji,” jelasnya.

Menurutnya, satu hektare kebun TJPS menghasilkan 7 ton jagung senilai Rp21 juta, dikurangi biaya sekitar Rp10 juta, petani memiliki pendapatan bersih Rp11 juta.

Bila sisihkan 30% untuk mencicil atau melunasi hutang, dan berikan tambahan insentif untuk ikut program berikutnya. maka dalam waktu 200 hari atau musim tanam pertamadan kedua, akan membebaskan dia dari ikatan kredit macet atau belengu dari rentenir,” jelasnya.

Untuk itu, tambahnya, pemerintah kabupaten dan kota sudah saat menyetop pembiayaan yang bersifat pemberdayaan karena akan membelengu proses kemandirian pelaku UMKM.

Baca Juga :  BI Apresiasi Pedagang di Bajawa Ramai-Ramai Gunakan QRIS Bank NTT

Adapun Bank NTT terus melakukan transformasi. Skim-skim yang diciptakan Bank NTT juga terus menyesuaikan dengan customize (teknologi informasi) UMKM, seperti skim Kredit Mikro Merdeka dengan tagline ‘tanpa agunan, tanpa bunga dan bebas rentenir.’ Saat ini, Skim Kredit Mikro Mereka massif untuk mendukung ekosistem pembiayaan di beberapa sektor ekonomi di NTT.

“Sehingga hari ini kita mampu mengakselerasi pertumbuhan di sektor umkm, walaupuan pertumbuhan di sisi pertanian, peternakan dan perikanan belum terlalu tinggi tetapi sudah ada penyeberan benih-benih untuk kita melihat prospeknya, bisa bertumbuh secara cepat di semester kedua dan tahun 2023,” jelasnya.

Selain itu, program-program yang bersifat kemandiri harus diciptakan sehngga pelaku UMKM mau berpindah dari level usaha yang tergantung dari subsidi atau program-pemerintah pemerintah, diganti dengan program yang merangsang kemandirian usaha. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *