Bawaslu NTT Temukan 637 TPS Tanpa Penerangan Maksimal

  • Whatsapp
Ilustrasi TPS/Foto: Gamaliel

Kupang – Bawaslu NTT menemukan 637 dari 3.999 tempat pemunggutan suara (TPS) di sembilan kabupaten yang menggelar pilkada, tidak memimilki penerangan maksimal.

Selain itu, 727 TPS lainnya memiliki kecepatan internet yang rendah dengan jumlah terbanyak di Sumba Timur 162 TPS dan Manggarai Barat 150 TPS.

Read More

Komisioner Bawaslu NTT Yemris Fointuna mengatakan kendati KPU bersama Komisi II DPR, Bawaslu, dan Kemendagri sepakat tidak menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pada Pilkada 2020, akan tetapi kondisi tersebut dipastikan memengaruhi proses pemunggutan hingga perhitungan suara.

Baca Juga :  Bawaslu NTT Fokus Cegah Politik Uang

“Walaupun rekapitulasi suara menggunakan sistem manual, tetap saja listrik yang tidak maksimal dan masalah internet sangat menganggu,” katanya di Kupang, Sabtu (28/11).
Menurut Yemris, di TPS tersebut, listrik sering mati dan ponsel android milik petugas KPPS kurang memadai.

Bawaslu juga menemukan 110 pelanggaran yang dilakukan aparatur sipil negara selama kampanye, terdiri dari 93 temuan dan 17 laporan, di antaranya telah dilanjutkan ke komisi aparatur sipil negara

Komisioner Bawaslu NTT lainnya, Melphi Marpaung mengatakan pihaknya 37 pelanggaran terhadap covid 19, terbanyak di Kabupaten Belu sebanyak 16 pelanggaran.

Pelanggaran yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN) antara lain melakukan sosialisasi sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati melalui alat peraga kampanye, menghadiri kampanye, dan mendampingi dan mendukung salah satu pasangan calon. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *