Bank NTT – Pemkab Malaka Bakal Luncurkan Beras ‘Nona Malaka’ dan Kacang Fore Lakateu

  • Whatsapp
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan Bupati Malaka Simon Nahak/Foto: lintasntt

Kupang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka dan Bank NTT bakal meluncurkan beras produksi petani setempat yang diberi nama ‘Nona Malaka’.

Beras akan diluncurkan dalam beberapa kemasan mulai dari kemasan 5 kilogram, 10 kilogram atau 20 kilogram. Beras brand ini dipasok dari seluruh desa di Malaka. Pemerintah daerah setempat telah meminta seluruh desa masing-masing menyiapkan lahan seluas 1 hektare untuk produksi beras dengan brand Nona Malaka tersebut.

Sedangkan dan Kacang Hijau dengan brand ‘Fore Lakateu’ mengunakan benih yang didatangkan dari Malang dan Bandung. Bahkan, kacang Fore Lakateu sudah melalui pilot project dan hasilnya sangat menjanjikan.

Panen hanya dalam tempo dua bulan, serta terhadap tahan hama dan penyakit. Bupati Malaka, Simon Nahak mengatakan benih kacangn hijau yang didatangkan dari luar daerah ini dinilai lebih bagus dibandingkan benih lokal yang hanya bertahan selama 6 bulan.

Baca Juga :  Jawa Tengah Bersedia Bangun Pabrik Pengolahan Ikan di NTT

Dua produk tersebut bagian dari program satu desa satu produk (one village one product) yang diterapkan pemerintah. Pendekatan pembangunan ini bertujuan memajukan ekonomi masyarakat Malaka.

‘Potensi pertanian Malaka 15.000 hektare, baru dimanfaatkan 3.000 hektare,” kata kepada wartawan, seusai pernandatangan kerjasama Penyediaan Layanan Perbankan untuk Pengelolaan Keuangan di bersama Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho di Kupang, Selasa (17/5/2022).

Untuk desain kemasan, dilakukan oleh Bank NTT Cabang Malaka, “Saya minta kepada pak direktur minimal mem-backup kami untuk dana CSR gunakan untuk packing. Saya mau produk komoditi Malaka itu dibuat brand tetapi tidak boleh mengabaikan brand Bank NTT,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, BI NTT Buka Penukaran Uang di 78 Titik

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan potensi ekonomi di Malaka sangat kuat yakni pertanian, peternakan, pariwisata serta perikanan dan kelautan.

“Kita bekerja bersama-sama dengan teknologi dan cara-cara yang cerdas, diperkuat dengan struktur organisasi dan SOP yang memadai, serta komitmen yang kuat dari semua pihak, tentu potensi unggulan yang ada, akan mampu menopang ekonomi masyarakat Malaka,” ujarnya. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *