Bank NTT Garap Semua Potensi Bisnis untuk Tingkatkan PAD

  • Whatsapp
Harry Alexander Riwu Kaho/Foto: Humas Bank NTT

Labuan Bajo – Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho menyatakan keseriusannya menggarap semua potensi bisnis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Riwu Kaho menegaskan itu saat diwawancarai wartawan pada Peluncuran Pembayaran Non Tunai QRIS untuk Retribusi Pasar dan Parkir di Waterfront City Labuan Bajo, Selasa (10/5/2022).

Read More

Peluncuran fasilitas transaksi digital tersebut dilakukan Anggota Dewan Gubernur (ADG) Bank Indonesia Aidah S. Budiman, sedangkan pengelolannya oleh Bank NTT.

Untuk mengelola seluruh potensi yang ada, Bank NTT berkoordinasi bersama pemerintah daerah. Apalagi, dalam road map sistem pembayaran yang diterbitkan Bank Indonesia sampai 2025, QRIS disebutkan sebagai salah satu alat pembayaran yang modern.

Baca Juga :  Jaksa Sita Rp1,210 Miliar dari Notaris, Auditor dan Bank NTT

“Kita harus berinovasi, kreatif serta berkontribusi karena itu melalui kolaborasi dan kerjasama dengan KSOP, dengan Pemkab Manggarai Barat, kita memediasi transaksi-transaksi yang sifatnya untuk menambah PAD dan juga untuk menampung pajak-pajak bagi pemerintah pusat. Sehingga sistem pembayarannya kita masuk mulai dari pas masuk ke sini, ticketing, sampai semua jasa layanan perbankan yang ada pada waterfront city Labuan Bajo ini. Kita juga hadir di pasar tradisional dan Inpres yang ada di Manggarai Barat maupun di seluruh NTT,” ujar Alex.

Menurutnya, transaksi dengan QRIS sangat bermanfaat karena meminimalisir peredaran uang palsu. Lagipula setiap transaksi langsung masuk ke rekening sehingga aspek aman, mudah, murah dan cepat ini terlaksana dan warga yang berbelanja tanpa membawa dompet pun tidak perlu khawatir.

Baca Juga :  Pendobelan SPPT Ditemukan, Piutang PBB Berkurang

“Tahun ini Bank NTT ditargetkan 350.000 merchant QRIS dan transaksinya oleh karena itu secara strategi kita masuk pada semua potensi yang ada, baik yang sifatnya retail, grosir, pasar-pasar maupun sampai ke kios-kios semata-mata memperkenalkan semua pihak untuk memanfaatkan transaksi digital yang aman ini,” pungkas Alex.

Peluncuran transaksi digital itu ditandai dengan scan QRIS persewaan sepeda listrik dan mini expo UMKM binaan Bank NTT.
Hadir belasan booth yang diisi UMKM dengan berbagai jenis roduk unggulan mulai dari tenunan, makanan, minuman dan kerajinan tangan lainnya.

Hadir pula acara tersebut Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dan mantan Kepala Perwakilan BI NTT, Naek Tigor Sinaga, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, dan Direktur Dana Bank NTT Johanis Landu Praing. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *